JOHOR BAHRU – Hingga kini sudah ditemukan sebanyak 10 jenazah saat kejadian speed boat yang membawa diduga TKI menuju Johorbahru, Malaysia. Laporan media Malaysia menyebutkan bahwa speed boat tersebut karam di Pantai Tanjung Leman, Mersing, Johor Bahru, Malaysia, Senin (23/1/2017).

Laporan media Malaysia ini, Astro Awani berdasarkan keterangan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Wilayah Maritim Selatan melalui Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Johor Bahru. Media Malaysia memperkirakan Speed Boat tersebut membawa sebanyak 40 orang penumpang.

Pejabat Maritim Wilayah Maritim Selatan, Kapten Maritim Saiful Lizan Ibrahim mengatakan pihaknya sudah menemukan 10 jenazah terdiri 6 jenazah wanita dan 4 lelaki. Tak semua meninggal, seorang korban laki-laki dan perempuan ditemukan selamat dan dibawa Hospital ke Rumah Sakit Mersing.

Menurut Saiful Lizam, MRSC Johor Bahru sebelumnya sudah menerima laporan dari nelayan setempat sekitar pukul 9.00 pagi waktu Malaysia tentang speed boat yang karam. Selanjutnya, petugas melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan di sekitar perairan tersebut.

“Sebanyak 72 pegawai dan anggota yang terlibat dalam operasi ini yang terdiri daripada APMM, polis, Angkatan Tentera Malaysia (ATM), bomba, dan Angkatan Pertahanan Awam Malaysia,” katanya ditulis situs berita Malaysia.

Otoritas Malaysia mengatakan, mereka masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap korban. SAR Malaysia juga menyampaikan akan memperluas area jangkauan pencarian di sepanjang pantai lokasi kejadian.

Pihak Malasyia memperkirakan, speed boat karam ini diperkirakan akibat cuaca yang tak bersahabat yakni gelombang laut disertai dengan speed boat yang melebihi kapasitas muatan penumpang.

Kejadian speedboat pembawa TKI karam ini merupakan yang pertama pada awal tahun 2017 ini. Catatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) saja selama 2016 tiga kapal yang membawa TKI juga tenggelam dalam perjalanan  pulang dari Malaysia ke Indonesia.  Kejadian terakhir pada Rabu (2/11/2016), sebelumnya terjadi pada Sabtu (23/7/ 2016) dan Selasa (26/1/2016). (asr)

 

Share

Video Popular