Helikopter Militer Tiongkok Jatuh 2 Orang Penerbangnya Tewas

227
Sebuah helikopter latih Angkatan Udara jatuh di Fujian saat latih terbang malam pada 19 Januari menewaskan 2 orang penerbangnya. (internet)

Oleh Yang Yifan

Dalam microblog reporter berita militer Tiongkok pada Minggu (22/1/2017) disebutkan bahwa sebuah helikopter latih Angkatan Udara Fujian, Tiongkok telah jatuh saat sedang latih terbang malam pada 19 Januari 2017 lalu.

Akibatnya 2 orang penerbangnya masing-masing Kapten Zhang Hao yang lahir pada April 1983 dan penerbang co-pilot Wang Xiaodong yang lahir pada Februari 1989 tewas.

Sebelumnya, media ‘Beijing Youth Daily’ memberitakan bahwa pada 19 Januari sekitar pukul 19:00 sebuah helikopter milik militer Tiongkok jatuh di desa dekat perbatasan kota Quanzhou, Fujian.

3 orang yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit. Pihak berwenang daerah Quangang mengatakan bahwa pihak militer telah menurunkan perintah kepada mereka untuk tidak sembarangan memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan insiden kecelakaan ini kecuali yang sesuai dengan informasi yang diberikan pihak militer.

Saksi mata menyebutkan bahwa sebuah ledakan terdengar saat heli itu jatuh, dan asap hitam pekat membumbung tinggi. Pesawat jatuh menimpa sebuah rumah tua yang jarang berpenghuni di Desa Zhu Wei.

Beberapa warga mengaku, aliran listrik ke rumah sempat dipadamkan selama setengah jam. Api yang membakar heli itu berlangsung selama mendekati 4 jam.

Kecelakaan pesawat militer Tiongkok berulang terjadi selama tahun lalu.

Seorang wanita penerbang Angkatan Udara Tiongkok yang tergabung dalam tim 1 Agustus tewas ketika menerbangkan pesawat tempur J-10 yang jatuh pada 11 November 2016.

Sebuah pesawat tempur J-10 mengalami mati mesin dalam penerbangan sesaat setelah menabrak burung dan jatuh di Taman Danau Selatan yang terletak di daerah Wuqing, Kota Tianjin pada 28 September 2016. Beruntung penerbangnya bisa selamat berkat parasut darurat.

Sebuah pesawat latih milik Angkatan Udara Tiongkok jatuh dan terbakar pada 11 Mei tahun lalu. Beruntung pilotnya tidak cedera karena menekan kenop bangku pelontar sebelum pesawat mencium tanah.

Sebuah pesawat militer Tiongkok jatuh di daerah dekat Desa Baisui, Hangzhou pada 28 April 2016. 2 orang penerbangnya selamat.

Sehari sebelumnya yakni pada 27 April 2016, sebuah pesawat tempur J-15 tiba-tiba mengalami gangguan teknis saat melakukan simulasi pendaratan di kapal induk. Sayang, penerbangnya harus kehilangan nyawa meskipun bangku pelontarnya sudah bekerja dengan baik.

Pesawat militer buatan Tiongkok sering memunculkan gangguan saat diterbangkan, selain kualitas perlu dipertanyakan, keterampilan penerbangnya juga masih perlu ditingkatkan. (Sinatra/rmat)