Para ilmuwan menganalisis planet “Super Bumi” yang ditemukan paling dekat jaraknya dari bumi, dan mencoba menemukan kehidupan di luar bumi.

Planet “Super Bumi” bernama Wolf 1061c ini terletak hanya 14 tahun cahaya di konstelasi Ofiukus (Ophiuchus.

Saat ini terlihat ada tiga buah bintang di sistem bintangnya, masing-masing adalah Wolf 1061b, Wolf 1061c, Wolf 1061d, yang mengorbit pada bintang induknya setiap 5, 18 dan 67 hari.

Para ilmuwan menemukan, meskipun orbit planet-planet ini dari bintang tidak jauh juga tidak dekat, mungkin memiliki suhu yang cocok untuk mendukung kehidupan. Namun, Wolf 1061c terlalu dekat jaraknya dengan bintang.

Planet terluar yang lebih besar terletak di batas luar zona layak huni, tetapi juga cenderung menjadi planet berbatu, sementara planet terdalam terlalu dekat dengan bintang induknya untuk menjadi layak huni.

Menurut berita yang dirilis San Francisco State University baru-baru ini, kondisi Wolf 1061c mirip dengan Venus. Suhu di permukaan Venus mencapai hingga 471 derajat Celcius (880 derajat Fahrenheit).

“Planet yang dekat jaraknya dengan bintang ini cukup membuat kita bertanya-tanya disana ada efek rumah kaca,” kata astronom Stephen Kane.

Selain itu, para ilmuwan juga mencatat bahwa perubahan iklim Wolf 1061c sangat tajam tidak seperti bumi, pergantian panas dan dingin Wolf 1061c terlalu cepat, karena laju orbit pada bintangnya terlalu cepat.

Menurut penjelasan Kane, dinginnya planet ini bisa membuat tetes air menjadi es. Sementara panasnya seperti bara api, sehingga tidak dapat mendukung kehidupan.

Wolf 1061c ditemukan pada 2015, terletak di zona layak huni. Menurut penuturan Kane, “Penelitian planet Wolf  1061 ini sangat menarik, karena jaraknya sangat dekat dengan Bumi, sehingga kita berkesempatan mempelajarinya lebih dalam, untuk mengamati apakah ada kehidupan disana.”

Standar sebuah planet yang layak huni harus sesuai dengan zona Goldilocks. Dalam astrologi, zona ini melihat berbagai bintang di sekitar planet yang deorbit dan dapat mendukung adanya air.

Jika planet terlalu dekat dengan bintangnya maka itu akan mengakibatkan efek rumah kaca seperti di Venus. Sedangkan jika terlalu jauh, maka air akan membeku dan akan seperti mars. Konsep ini menjadi standar zona layak huni saat disajikan pertama kali tahun 1953.

Studi ini dipublikasikan di majalah “Astrophysical Journal.” (Epochtimes/ Lin Cong Wen/joni/rmat)

Share

Video Popular