Tim yang terdiri dari ilmuwan AS dan Rusia percaya bahwa besar kemungkinan ada kehidupan dii Venus, bahkan ingin mengirim pesawat ruang angkasa untuk memastikan hal tersebut. Misi yang dinamakan “Program Venera-D” ini dijadwalkan meneliti garis-garis gelap yang sudah teramati di Venus, menurut para ahli hal itu mungkin disebabkan oleh kehidupan di sana.

Venus adalah planet kedua terdekat dengan Matahari, dengan suhu hingga 462 derajat celsius, sehingga dikenal sebagai planet terpanas di tata surya, tapi di planet seperti ini, mungkin terdapat kehidupan.

Suhu di Venus hingga 462 derajat Celcius, sehingga dikenal sebagai planet terpanas di tata surya. (Internet)

Menurut gambaran Inverse, di planet Venus terdapat obyek yang terlihat seperti awan yang mengerikan (garis-garis gelap), mungkin mengandung kehidupan di sana.

Seorang ilmuwan dari Pusat Penelitian Antariksa Rusia, Leonid Ksanfomaliti mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisisnya pada citra tangkapan wahana antariksa Venera-13 yang menjalankan misinya pada 1982 silam, ada bukti kehidupan di Venus.

Tanda kehidupan yang dimaksudnya berupa obyek piringan, sayap hitam kecil, dan obyek berbentuk kepiting.

“Semua obyek tersebut muncul, mengalami fluktuasi, dan menghilang, menunjukkan bahwa obyek itu bergerak,” ujarnya.

Sejak tahun 1960-an, garis-garis gelap yang terkesan misterius itu telah menarik perhatian dan imajinasi para ahli, dan sekarang, sebuah tim gabungan dari ilmuwan AS dan Rusia bertekad untuk mencari tahu apa gerangan sebenarnya obyek yang terlihat membingungkan di atmosfer Venus tersebut.

Tanda-tanda aktivitas tidak biasa pada obyek di permukaan Venus. (Internet)

Program luar angkasa Rusia dan NASA bekerja sama dalam misi ke Venus untuk mencoba mengungkap misteri dan mencari tanda-tanda kehidupan di sana.

Penemuan kehidupan di Venus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, ada obyek segitiga di Venus yang juga diklaim merupakan pesawat milik alien. Namun, akhirnya terbukti bahwa obyek tersebut hanya noise dalam proses data.

Meski banyak klaim kehidupan di planet lain belum bisa dibuktikan, ilmuwan pun percaya bahwa Bumi bukan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan dan air.

Sebuah tim internasional yang terdiri dari ilmuwan berbagai bidang juga telah dibentuk. Tim bernama Venera-D tersebut dibentuk untuk menyusun rencana bagaimana Roscosmos dan NASA akan menjalankan misi bersamanya ke planet Venus.

Tim tersebut sudah mempersiapkan hasil laporan pertamanya yang kemudian akan diteliti lebih lanjut oleh tim dari NASA Jet Propulsion Lab dan Russian Academy of Science Space Research Institute.

Tekanan atmosfer di permukaan Venus sangat tinggi, ditambah lagi dengan suhu ekstrimnya yang mencapai hingga 462 derajat Celcius, ini merupakan tantangan besar dalam ilmu dan teknologi saat ini.

Di masa lalu, satu-satunya misi ruang angkasa yang berhasil mendarat di Venus adalah wahana Mariner5, namun hanya sempat bertahan 93 menit sebelum akhirnya dihancurkan oleh lingkungan ekstrim yang mengerikan.

Sekarang, jika para ahli ingin sukses menjalankan “Program Venera-D”, mereka harus membangun sebuah pesawat ruang angkasa yang tidak sama dengan wahana-wahana yang pernah ada! (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)

Share

Video Popular