JAKARTA – Sidang ke tujuh dugaan penistaan agama yang menjadikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017). Sidang kembali mendengarkan keterangan saksi pelapor dan saksi fakta kasus Ahok.

Salah seorang saksi fakta dihadirkan adalah Lurah Pulau Panggang, Yuli Hardi yang ikut menghadiri saat Ahok berpidato di Kepulauan Seribu dan kemudian hari dipersoalkan sejumlah kelompok masyarakat.

Lurah Yuli Hardi mengatakan tak ada masyarakat  mengajukan protes saat Ahok berbicara berkaitan dengan Surat Al-Maidah ayat 51. Hal demikian dikatakannya saat ditanyai oleh Majelis Hakim tentang tanggapan masyarakat saat Ahok berpidato.

Menurut Yuli, dirinya juga tak terlalu memperhatikan sepenuhnya pidato yang disampaikan Ahok pada saat itu. Hanya saja, kata Yuli, pidato Ahok menjadi ramai setelah sejumlah stasiun televisi beramai-ramai menangkat isu Ahok yang disebut sudah melakukan penistaan agama.

Saksi fakta lainnya Nurkholis Majid sebagai pegawai tidak tetap dari Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan DKI Jakarta. Sosok Madjid adalah pria yang merekam seluruh kunjungan Ahok di Kepulauan Seribu pada saat pidato Ahok dipermasalahkan.

Tiga saksi pelapor lainnya, yakni Ibnu Baskoro, Muhammad Asroi Saputra, dan Iman Sudirman. Saksi Asroi adalah pelapor asal Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Asroi tak menjawab secara terperinci, ketika ditanyai majelis hakim tentang stasiun TV yang menjadi dasar Asroi mengetahui kasus Ahok.

Sidang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pertama kali digelar di gedung bekas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat,  pada Selasa (13/12/2016). Lanjutan Sidang Ahok kemudian digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Aula Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. (asr)

Share

Video Popular