Oleh: Li Tianxiao

Ditilik dari kota Panzhihua, Chen Zhongshu kepala biro Sumberdaya Lahan dan  Zhang Yan Sekretaris Partai Kota tidak bersih. Mereka bekerja bersama selama 10 tahun dengan konlik yang seolah tidak pernah berhenti.

Zhongshu menganggap Zhang Yan selalu mengambing hitamkan dirinya, sekarang meminjam tangan Komisi Inspeksi Disiplin untuk memeriksanya. Dalam keadaan normal jika atasan dan bawahan tidak ada ganjalan besar, atasan memeriksa bawahan walaupun bawahan tahu atasan juga melakukan kejahatan, pada umumnya menganggap dirinya ketiban sial.

Namun jika ada konflik dan ganjalan besar akan merasa tidak terima. Dan Chen Zhongshu bertemperamen tinggi. Niat membunuh Chen Zhongshu seharusnya berhubungan dengan emosi kuat merasa dizalimi. Itu sebabnya, kasus penembakan itu dengan tradisi saling membunuh PKT dan situasi kondisi  khusus sang pembunuh berkaitan erat.

Kedua, hal ini juga berhubungan dengan PKT sedang dalam tahap krisis kemusnahan partai dan kemampuan pengontrolan internal dalam keadaan lumpuh. Ini tercermin dalam dua aspek. Aspek pertama adalah pengontrolan senjata PKT diluar kendali.

Fenomena kepemilikan senjata api ilegal para pejabat tinggi maupun rendah sangat umum. Di pesta ulang tahun Zhou Yongkang (mantan kepala Komisi Politik dan Hukum Sentral PKT) ke 68 pada 2010, Zhou pernah memesan pistol bersepuh perak model baru buatan Jerman dan disumbangkan kepada para pejabat tinggi seperti jendral Xu Caihou, Ling Jihua dan lain-lain.

Di tempat insiden Sichuan, dan di provinsi Yunnan dan Guizhou senjata ilegal merajalela. Chen Zhongshu kepala biro Sumber Daya Lahan memiliki senjata ilegal adalah faktor utama dari kasus penembakan tersebut.

Aspek kedua adalah, barangkali ada staf dari Komisi Inspeksi Disiplin yang membocorkan informasi kepada Chen bahwa Zhang Yan sedang memeriksa dia. Memiliki senjata ilegal dan pembocoran rahasia Inspeksi Disiplin ditambah dengan menembak mati pimpinan semua ini adalah skandal besar PKT.

Ada saksi mata di tempat kejadian yang mengatakan bahwa Chen Zhongshu bukan bunuh diri melainkan dibunuh untuk menutup mulut.  Hal itu identik dengan tindakan Departemen Propaganda Pusat yang memblokir semua informasi insiden penembakan kota Panzhihua ini. Dalam makna tertentu, suara tembakan kota Panzhihua juga adalah ciri khas tahapan kemusnahan Partai Komunis Tiongkok.

Pada akhirnya, di permukaan kejadian adalah ‘pejabat membunuh pejabat’ bukan ‘pejabat membunuh rakyat’ atau ‘rakyat membunuh pejabat’, namun pada hakikatnya tetap adalah buah jahat dari pejabat PKT sendiri yang melakukan kejahatan terhadap warganya sendiri.

Chen Zhongshu sebagai penembak dan Zhang Yan Sekretaris Partai Kota serta walikota Li Jianqun yang ditembak mati, semuanya bukan orang baik-baik. Ketiga orang itu juga memiliki hubungan tertentu dengan Zhou Yongkang.

Chen Zhongshu dilaporkan menerima suap ketika memberikan ijin hak menggali tambang. Chen juga adalah salah satu objek pemeriksaan kasus pencemaran berat Sungai Jinsha. Sedangkan Sekretaris Partai Kota Zhang Yan juga bukan orang baik. Orang setempat sangat membenci Zhang, mereka mengatakan ia mata duitan dan memiliki sekelompok anak haram dan lain-lain.

Kota Panzhihua Sichuan adalah daerah penindasan terhadap Falun Gong yang sangat parah. Zhang Yan dan Chen Zhongshu dalam jangka panjang menjadi pemimpin di Panzhihua, terutama Zhang Yan sejak Desember 2006 sudah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Partai di kota Panzhihua.

Pada 2015 menjabat Sekretaris Partai Kota, mempunyai tanggung jawab yang tidak bisa dielakkan terhadap penganiayaan. Maka itu masyarakat yang mengatakan “hitam memakan hitam, anjing menggigit anjing” memiliki makna yang mendalam. Ini artinya, Zhang Yan, Chen Zhongshu dan yang lain telah melanggar hukum, kini mendapatkan balasan karma dengan bentuk “pejabat membunuh pejabat”.  (lin/whs/rmat)

SELESAI

Share

Video Popular