Oleh : Jane Dyson

India terkenal dengan kepercayaannya yang beragam. Di pojok terpencil negara itu, kepercayaan akan keberadaan arwah gentayangan dan hantu menyebar luas. Kecemasan apapun itu, dalam dunia modern, diterjemahkan sebagai kerasukan.

Pernah dengar tentang Rubah berkepala manusia? Ular yang bisa bicara? Kerasukan hantu atau roh halus?

Di sebuah desa terpencil di kaki gunung Himalaya, India, hiduplah sekelompok orang yang sejak dahulu kala percaya dengan Tuhan dan hantu. Jane Dyson, seorang reporter BBC menuturkan, kecemasan yang ada di dunia modern sekarang, apapun itu selalu diterjemahkan sebagai “kerasukan roh halus.”

Di daerah pegununan Himalaya, India, dengan ketinggian lebih dari 9.000 kaki di atas permukaan laut, ada sebuah desa terpencil bernama Bemni. Saya berdiri di depan sebuah toko yang sempit tapi ramai. Saya datang ke daerah ini bersama suami dan dua anak kami, kedatangan saya untuk melakukan penelitian antropologi di Bemni, desa kecil di kaki gunung Himalaya ini. Tiba-tiba seekor anjing Tibetan Mastiff menyalak galak pada anak saya, Finn yang baru berusia 4 tahun yang ketakutan dan berteriak kaget.

Tugas malam anjing besar jenis Tibetan Mastiff ini adalah melindungi kambing desa agar tidak dimangsa oleh macan tutul. Finn, putra saya tidak setinggi Tibetan Mastiff ini. Ia tampak ketakutan dan menangis histeris. Saya berusaha menenangkannya.

Pemilik toko tiba-tiba ke belakang, tak lama kemudian keluar lagi bersama seorang wanita tua. Tampak tangan si wanita tua itu menggenggam setumpuk kecil abu, dan berjalan langsung ke depan Finn. Lalu wanita tua itu menaburkan abu ke ubun-ubun Finn, tak lama kemudian, mata Finn melotot semakin besar.

Sambil bernyanyi dengan nada rendah, wanita tua itu meniup ubun-ubun Finn. Melihat itu, sontak saya pun tersadar dan paham dengan apa yang sedang dilakukan wanita tua itu. Ia merasa anaknya berteriak histeris karena “kerasukan roh halus.”

Ternyata wanita tua itu sedang mengusir roh jahat dari tubuh anak saya! Finn tampak terpaku, tak lama kemudian, isak tangisnya berangsur-angsur mereda. Pemilik toko menatapku sekilas, lalu mengangguk-anggukkan kepala dalam kebisuannya.

Semuanya berlangsung dalam kebisuan, akhirnya selesai sudah pekerjaan mengusir roh jahat, dan kembali normal seperti sedia kala. Orang-orang yang berkerumun kemudian bubar sambil berdecak kagum. Semuanya kembali ke pekerjaan dan urusannya masing-masing.

Kerasukan roh halus

Di desa Bemni, roh halus yang merasuk ke dalam tubuh seseorang itu adalah satu peristiwa besar.Dan entah kapan kejadiannya, dalam suatu upacara pernikahan atau ritual keagamaan, para penduduk desa bahkan berharap “kerasukan roh halus”. Saat itu, roh leluhur pendahulu mereka akan merasuk ke dalam tubuh seseorang.

Dalam keadaan normal, kerasukan roh halus akan terjadi saat emosional yang ekstrim, misalnya, saat anak gadis siap menikah. Mereka yang dirasuki roh biasanya akan menangis atau berteriak histeris, atau badan menjadi tidak terkendali, bergoyang ke sana kemari, atau melambaikan-lambaikan tangannya, memukul-mukul dada dan menghentak-hentakkan kaki.

Ini merupakan bagian dari budaya desa, tidak ada yang akan tegang atau cemas kerena ini. Mereka yang kerasukan roh halus akan segera normal kembali, dan upacara dilanjutkan. Anak-anak/anak kecil yang biasanya sangat nakal, dan para remaja yang emosinya tidak menentu, kerap diterjemahkan sebagai “kerasukan roh halus” oleh orang tua mereka.

Dan orang tua mereka mungkin akan memanggil para tetua desa, atau pendeta Hindu, untuk mengusir roh halus dari tubuh anak-anak.

“Kerasukan roh halus” seperti ini lebih umum, kadang-kadang bisa berlangsung beberapa waktu. Bahkan ada anak-anak muda yang menjadikan “Kerasukan roh halus” itu sebagai alasan.

Hantu hutan

Hal yang paling mengerikan bagi penduduk desa adalah kerasukan roh jahat, hantu yang bergentayangan di hutan. Makhluk tak kasat mata itu diyakini bisa membuat mereka sakit, bahkan tewas.

Pada suatu sore di musim dingin 4 tahun lalu, Mohan Singh mengaku berjumpa dengan hantu. Saat itu ia sedang menebang pohon, sesosok orang tak dikenal tiba-tiba menghampirinya dan bertanya, “Kenapa kau menebang pohon itu?”

Belum sempat Mohan mengatakan sesuatu, tiba-tiba langit menjadi gelap gulita, dan mata Mohan seakan buta.

Hantu itu mencengkeram baju dan menekan dada Mohan, tapi ujung jari tampak mencuat dari belakang. Rambut hantu itu panjang sampai pinggang. Wujud hantu itu selalu berubah ditengah rontaan Mohan, sebentar-bentar berubah menjadi sosok makhluk setinggi 2 meter, kemudian berubah lagi menjadi sebesar ayam.

Sementara dalam benak Mohan merasa benar-benar sedang berjuang keras demi hidupnya. Hingga akhirnya, ia berhasil meloloskan diri dari momok hantu yang lenyap tak berbekas. Tapi, sekembalinya ke desa, Mohan demam tinggi.

“Saya dirasuki roh jahat.”katanya.

Belakangan, dalam sebuah upacara khusus dengan menyembelih seekor domba yang dipimpin pendeta Hindu, Mohan baru pulih dari demam tinginya.

Kisah bertemu hantu seperti ini bukan cerita yang luar biasa. Ada penduduk dasa yang mengaku bertemu rubah berkepala manusia, lainnya berjumpa dengan ular yang menjaga guci penuh emas. Meski desa itu dilindungi oleh kuil-kuil penangkal, tapi wilayah sekitarnya dianggap penuh bahaya. Jika ada yang kemalaman pulang dari hutan, mereka khawatir, apa orang itu bertemu hantu ?

Perlawanan

Penduduk desa mengatakan, roh hantu hanya akan merasuk ke dalam tubuh mereka yang cemas dan rapuh (jiwa). Karena itu, mereka sangat khawatir dengan anak-anak muda desa. Selain itu, penduduk desa Bemni juga  sangat khawatir tentang masa depan mereka.

Perubahan iklim, terisolasi dari dunia luar, dan penduduk desa nyaris mustahil mengais rezeki dari tanah (bertani). Pengangguran adalah masalah yang sangat serius. Hari demi hari, penduduk desa berbicara tentang “ketegangan” atau kecemasan yang dihadapi mereka. Tampaknya kecemasan yang membelenggu mereka sekarang semakin meningkat, dan mungkin orang-orang yang kerasukan roh halus juga akan bertambah.

Sementara itu, mereka yang berpendidikan pun secara hati-hati mengakui mereka tidak percaya hantu. Seorang pemuda setempat mengatakan, “Saya sendiri tidak percaya akan bertemu hantu, tapi apa yang bisa mereka (Hantu) lakukan jika kebetulan bertemu hantu”.

Tidak peduli ada atau tidaknya hantu, atau takut pada hantu, tapi mereka itu ada dan nyata. Dengan adanya pengalaman seperti ini, dimana jika ada anak-anak yang menangis histeris, maka saya akan berkata, apa anak ini kerasukan roh halus ?”

Kalimat ini mungkin mengandung selapisan makna yang baru. (Secretchina/Ye Yu Huan/joni/rmat)

Share

Video Popular