Pada masa dinasti Qing, di kota Renhe ada seorang yang bernama Chai Huchen. Ayahnya adalah seorang pejabat yang lurus dan jujur, meninggal di kota tempat dia ditugaskan.

Chai Huchen adalah seorang anak yang berbakti, dia lalu meminta bantuan seorang pedagang untuk mengantar jenazah ayahnya ke kampung halamannya dan menguburnya disana.

Setiap tahun Chai Huchen pasti berziarah ke makam ayahnya, dia selalu menangis dengan sedih karena kehilangan ayah suri tauladannya.

Di kampung halamannya, ada seorang anak karena dipukul oleh ayahnya minggat dari rumahnya, kebetulan bertemu dengan Chai Huchen sambil menangis.

Chai Huchen bertanya padanya apa yang terjadi. Setelah mendengar cerita anak itu, dia berkata,”Engkau mempunyai ayah yang memukuli kamu, ini bukan hal yang buruk, ia mungkin sedang mendidik kamu agar tak lagi melakukan kesalahan; sedangkan saya menginginkan ayah saya memukuli saya, tetapi sekarang hal ini tidak mungkin terjadi lagi!”

Lalu dia menciptakan sebuah puisi yang berjudul “Anak yatim yang mengembara” untuk anak ini. Setelah melihat puisi tersebut anak tersebut menangis dengan sedih, akhirnya setelah pulang ke rumah dia menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya.

Pada suatu malam ada seorang pencuri yang datang kerumah Chai Huchen. Chai Huchen melihat pencuri tersebut dan tahu bahwa pencuri ini adalah tetangganya. Ia pun pura-pura tidur.

Ketika pencuri ini ingin mencuri baju dan selimutnya, dengan suara perlahan Chai Huchen berkata, “Dapatkah engkau meninggalkan dua barang ini, supaya musim dingin saya tidak mati kedinginan?”

Setelah mendengar ucapan Chai Huchen, pencuri ini merasa sangat terkejut. Chai Huchen lalu menasihati pencuri ini agar bertobat, mulai saat ini tidak mencuri lagi.

Lalu dari bawah bantalnya dia mengeluarkan uang 100 Yuan dihadiahkan kepada pencuri ini. Pencuri ini sangat terharu oleh kebaikan hatinya, sambil menangis meninggalkan rumahnya tanpa mengambil satu barang pun.

Akhirnya pencuri ini bertobat, dan bekerja dengan rajin. (erabaru.net/dpr)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular