Baru-baru ini, mantan Wakil Debes Korea Utara untuk Inggris yang membelot ke Korea Selatan, Thae Yong-ho di depan media memperingatkan Barat, agar tidak meremehkan keberanian Kim Jong-un dalam bertindak di luar peri kemanusiaan.

Jika ia menilai kekuasaannya akan jatuh dan atau rezimnya akan hancur, maka ia bisa saja tanpa ragu-ragu memencet tombol peluncuran senjata nuklir. Thae Yong-ho percaya bahwa rakyat Korea Utara suatu hari pasti akan bangkit untuk melawan dinasti Kim.

Laporan BBC pada Rabu (25/1/2017) menyebutkan bahwa Thae yang membelot dari London pada Agustus tahun lalu baru-baru ini menerima wawancara wartawan BBC. Ia mengungkapkan bahwa sulit untuk mengetahui keberadaan Kim Jong-un sekarang karena informasi mengenai hal ini sangat sulit diperoleh.

Ketika Thae Yong-ho ditanya soal apakah sanak saudaranya yang masih berada di Korea Utara tidak akan mengandapi penganiayaan dari rezim Kim Jong-un, ia mengatakan bahwa kemungkinan itu sangat besar. Tetapi hal yang membuatnya sedih tersebut telah membantu memperkuat semangatnya dalam melawan kebrutalan rezim Korut.

Thae menilai bahwa Kim Jong-un berkepribadian sadis, karena itu ia memperingatkan Barat agar tidak meremehkan keberanian Kim Jong-un dalam mengambil tindakan di luar perikemanusiaan. Jika sampai ia berputus asa, menilai kekuasaannya akan jatuh dan atau rezimnya akan hancur, maka ia bisa saja tanpa ragu-ragu untuk menciptakan malapetaka yang terdasyat.

Thae menambahkan bahwa Kim Jong-un sangat paham bahwa senjata nuklir adalah satu-satunya jaminan untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Oleh sebab itulah, jika sampai kekuasaannya terancam sekali, maka ia akan tanpa ragu-ragu untuk menekan tombol peluncuran senjata maut yang ia miliki,” kata Thae.

Sebenarnya, Korut belum mampu membuat rudal balistik yang digunakan untuk menyerang benua Amerika. Namun, rezim Kim terus menggencarkan penelitian agar secepatnya bisa  melengkapi persenjataan nuklir mereka.

Saat menjawab pertanyaan tentang bagaimana pandangannya terhadap masa depan Korut, Thae Yong-ho mengatakan bahwa rakyat Korut sekarang sudah makin bisa mengikuti perkembangan dunia luar berkat meluasnya informasi. Mereka percaya bahwa Kim Jong-un tidak akan mati secara wajar. Rezim yang diktator ini pasti akan digulingkan oleh rakyat pada suatu hari nanti.

Thae Yong-ho yang juga mantan anggota Komite Sentral Korea Utara adalah putra Thae byeong lyeol, gerilyawan Korut saat berperang melawan Jepang.

Thae Yong-ho pernah dikukuhkan sebagai pejabat diplomat Korut dengan kinerja paling menonjol. Namun, pada Agustus tahun lalu ia bersama keluarganya memilih jalan membelot ke Korea Selatan. Dengan kejadian itu, Kim Jong-un langsung memanggil pulang ekspatiat lain untuk menghindari hal yang sama terulang kembali. (ntdtv/erabaru.net/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular