Oleh Wu Ying

Presiden Trump termasuk orang kolot yang tidak suka dengan teknologi tinggi, ponsel baginya hanyalah sebuah alat yang dipakai untuk komunikasi lisan sehari-hari. Jika demikian, bagaimana ia menggunakan Twitter dan menguasai pesan di media yang selalu berubah-ubah?

Media berita di New York ‘Axios’ melaporkan, Trump suka dengan berita-berita yang berhubungan dengan dirinya, karena itu, pembantunya setiap hari akan melakukan pengumpulan berita tentang dirinya dengan menggunakan perangkat lunak kliping. Memilih artikel yang paling menonjol, dan setelah dicetak lalu diletakkan di atas meja kantor Trump.

Teman dekat Trump mengatakan, meskipun Trump tidak gemar membaca, tetapi setelah masuk ke Gedung Putih, ia setiap harinya jadi membiasakan diri dengan membaca surat kabar New York Times, New York Post dan Wall Street Journal. Mungkin sekarang sudah menambahkan Washington Post.

Trump memiliki ingatan yang sangat baik sehingga setiap kali melihat nama wartawan akrab muncul dalam surat kabar, ia mampu mengingat sampai rinci hal-hal seperti sudah berapa kali wartawan tersebut mewawancarai dirinya, kapan dan di mana wawancara dilakukan, termasuk topik apa saja yang dibicarakan.

Di dalam kantor pribadi Trump di New York dan hotelnya penuh gantungan pigura yang berisi foto-foto saat dirinya diwawancarai reporter majalah Time lalu digunakan sebagai halaman depan majalah itu.

Masyarakat tahunya Trump setiap hari akan mengirim pesan lewat twitter, tetapi tidak tahu kalau dirinya jarang sekali browsing di internet. Seorang penasehat senior pernah mengatakan bahwa Trump tidak suka menggunakan komputer, bahkan belum pernah melihatnya menggunakan notebook. Sedangkan ponsel baginya hanyalah sebuah alat untuk berkomunikasi lisan.

Trump yang tidak suka dengan komputer jadi menolak revolusi teknologi. Sampai saat ini pun ia masih mempertahankan sistem cetak era tahun 90-an dan mengirim pesan secara  manual.

Biasanya, Trump akan menggunakan pen Sharpie untuk menandai atau membubuhi sedikit komentar pada koran yang sedang ia baca, menuliskan nama bawahannya untuk menanggapi berita yang dianggap penting itu. Kemudian meminta seorang asisten untuk mengantarkannya ke tempat orang yang tertera di sana. Atau meminta asistennya untuk mengirim berita tertentu itu lewat email setelah diubah jadi file PDF.

Seorang penasihat senior menunjukkan kepada wartawan Axios, ponselnya yang berisi email kiriman dari Trump, sebagian besar email itu berisikan file-file dalam format PDF yang minta diberikan tanggapan.

Jika Trump masih mempertahankan cara tradisional dalam menyampaikan pesan, maka tulisan-tulisan di akun Twitternya itu datang dari mana?

Yang pasti, itu adalah pesan yang dimasukkan ke Twitter oleh asisten sesuai dengan tulisan Trump yang tertera di atas kertas.

Trump yang tidak gemar membaca meminta laporan tertulis asistennya disajikan dengan hanya menuliskan hal-hal penting (bullet points) sehingga muat dalam 1 halaman selembar kertas.

Ketika berwawancara dengan Axios ia mengatakan, “Saya suka dengan laporan yang ringkas, berisikan hal-hal yang penting saja. Saya tidak menghendaki laporan disajikan dalam 200 halaman padahal poin pentingnya hanya 1 halaman.”

Karena itu tidak heran kalau di luar koran, televisi menjadi sumber utama untuk menyerap berita terkini bagi Trump yang tidak suka membaca .

Trump akan menonton program berita pada jam tayangan utama, seperti ’60 minutes’ di CBS, ‘Meet the Press’ di NBC dan program hiburan ‘Access Hollywood’.

Setiap hari pukul 6 pagi, Trump akan mengikuti tayangan ‘Morning Joe’ program televisi MSNBC. Jam 7 menonton ‘Fox and Friends’. Selain itu, ia juga masih sering menonton sajian berita CNN meskipun dalam konferensi pers pada 11 Januari lalu ia menuding CNN menyajikan berita bohong.

Seorang kawan baik Trump mengatakan, Trump berpikiran kolot, merasa bangga dengan berita tentang dirinya bisa ditayangkan dalam ’60 Minutes’.

Ia juga senang bisa menjadi tamu spesial dalam acara ’10 Most Fascinating People’ muncul bersama Barbara Walters pembawa acara TV yang cukup dikenal di AS. Dan dengan bangga ia pernah mengatakan bahwa ia sudah 2 kali diundang untuk mengikuti acara tersebut. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular