Cahaya “Sonic Boom” yang Ditangkap Kamera Berkecepatan Ultra Tinggi

547
Ketika pesawat bergerak dengan kecepatan supersonik, akan menghasilkan fenomena ledakan sonik (sonic boom). Gambar tersebut di atas adalah pemandangan “sonic boom” yang terjadi di angkasa ketika pesat jet tempur US Navy F / A-18F Super Hornet mendobrak sound barrier atau hambatan suara. (Photo by Jarod Hodge/U.S. Navy)

Untuk pertama kalinya, ilmuwan berhasil mencatat fenomena “sonic Boom” yang dihasilkan cahaya menggunakan sistem fotografi berkecepatan ekstrim tinggi.

Sonic boom atau ledakan sonik biasa terjadi ketika sebuah pesawat jet tempur bergerak melebihi kecepatan suara di udara. Fenomena ini disebut “mach cone” atau “sonic boom”.

Kecepatan cahaya jauh melampaui kecepatan suara, karena itu dapat menghasilkan “sonic boom.”

Namun, karena kecepatan cahaya melesat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik, atau sekitar tiga juta kali dari kecepatan suara (0,34 kilometer per detik), saking cepatnya sampai-sampai sangat sulit bagi kita untuk mengamati terjadinya “sonic Boom.”

Karena itu, para ilmuwan berusaha menemukan cara untuk memperlambat kecepatan cahaya, yakni memungkinkan cahaya melewati dari udara ke dalam bahan padat seperti kaca atau air.

Transisi ini dapat membuat gelombang cahaya mirip dengan gelombang listrik yang diciptakan oleh sebuah pesawat yang melampaui hambatan suara, sehingga dapat mengamati ‘sonic boom” yang dihasilkan cahaya yang menerobos kaca.

Melansir laman Science Advances, para ilmuwan di University of Washington tidak hanya memungkinkan cahaya melewati bahan khusus, tapi juga menangkap cahaya “sonic boom” dengan sistem kamera baru yang dapat menangkap miliaran frame per detik.

Suasana gerakan cahaya “sonic boom” yang ditangkap kamera berkecepatan ultra-tinggi. (Youtube video screenshot).

Para peneliti mengatakan, kemampuan kamera untuk menembak dengan kecepatan tinggi seperti menangkap secara non-repeating bisa memberikan ilmuwan kesempatan untuk film jenis lain dari peristiwa ekstra kilat lain, seperti pergerakan neuron di otak.

Mungkin hanya perlu waktu untuk membuktikan semua itu seperti Laser sonic Boom di atas. (Epochtimes/Lin Yan/joni/rmat)