Duterte akan Penggal dan Kirim ke Seoul Kepala Polisi Pembunuh Pengusaha Korsel

303
Duterte pada 26 Januari mengatakan akan memenggal dan mengirim ke Seoul kepala dari polisi yang membunuh pengusaha Korea Selatan. (Manman Dejeto/AFP/Getty Images)

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte yang dikenal bertangan besi itu, pada Kamis (26/1/2017) kembali menyampaikan pernyataan yang ‘berdarah’. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menghukum mati polisi Filipina yang terbukti pada tahun lalu telah menghabisi nyawa seorang pengusaha Korea Selatan yang sedang berada di Filipina.

Ia berjanji akan mengirim kepala yang bersangkutan ke Seoul sebagai tanda permintaan maaf.

Selain secara terbuka meminta maaf kepada Korea Selatan, ia juga mengatakan kepada kepolisian Filipina, “Kalian beberapa polisi yang kurang “xxx”, petaka yang bakal kalian hadapi! Saya akan mengeluarkan perintah agar kepala kalian dipenggal untuk dikirimkan ke Korea Selatan.”

Oktober tahun lalu, seorang pengusaha Korea Selatan yang berada di Filipina diculik oleh polisi Filipina dan mati terbunuh. Saat ini, Senat Filipina sedang menyelidiki kasus ini. Ada berita yang menyebutkan bahwa pembunuhnya adalah polisi anti narkoba yang pernah melakukan pemerasan terhadap istri pengusaha tersebut.

Duterte menghendaki pemulihan hukuman mati, dan pernah bersumpah akan menggantung mati 20 orang penjahat narkoba setiap harinya, termasuk menjamin para polisi yang terlibat operasi pembasmian terbebas dari tuntutan hukum karena membunuh penjahat narkoba.

Golongan oposisi dalam negeri Filipina mengkritik Duterte atas kebijakan yang melindungi polisi, menganggap bahwa hal itu justru memupuk subur korupsi yang memang suduh marak terjadi di instansi itu.

Selama 6 bulan Duterte menjabat presiden, sekitar 6.000 orang Filipina menemui ajal dalam operasi pembasmian narkoba. (Sinatra/rmat)