JAKARTA – Seorang WNI yang diketahui dideportasi pemerintah Turki karena ingin berangkat ke Suriah dan diduga ingin hidup di bawah pemerintahan ISIS diketahui adalah eks pejabat Kementerian Keuangan. Pria bernama Triyono Utomo Abdul Bakti itu berangkat bersama  istri dan tiga anaknya.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti mengatakan, bersangkutan merupakan mantan pegawai Kemenkeu dengan pangkat terakhir golongan III C.

Menurut Nurfansa, pada Februari 2016 yang bersangkutan mengajukan pengunduran diri sebagai PNS Kementerian Keungan dengan alasan ingin mengurus pesantren anak yatim di Bogor, Jawa Barat.  Sejak itu yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.

Lebih rinci, Nurfansa menjelaskan berdasarkan KMK Nomor 756/KM.1/UP.72/2016, mulai Agustus 2016 bersangkutan telah resmi diberhentikan sebagai PNS atas permintaannya sendiri. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh bersangkutan merupakan insiatif pribadi.

“Terhitung sejak diberhentikan maka segala kegiatan dan aktivitasnya tidak dapat lagi dihubungkan dengan Kemenkeu, dan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” katanya dalam siaran pers Kemenkeu, Jumat (27/1/2017).

Menurut Nurfansa, Kementerian Keuangan tidak memberi bantuan hukum kepada bersangkutan yang ditangkap untuk masuk Suriah karena ingin bergabung dengan ISIS.

“Kemenkeu menjunjung praduga tak bersalah dan menghormati proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh kepolisian,” pungkasnya. (asr)

 

 

Share

Video Popular