Sebuah pepatah mengatakan, “Menjalani hidup terlalu serius, maka Anda sudah kalah” . Ya, manusia hidup di dunia, tidak perlu terlalu serius terhadap hal dan masalah apa pun. Kalanya, kita perlu hidup sedikit santai (dalam arti positif), sedikit bebas (sesuka hati) dan apa adanya, lewati hari demi hari sambil memicingkan sebelah mata, selain melepaskan diri kita sendiri juga orang lain dari belenggu pikiran.

Namun, bagi mereka yang hidupnya selalu dan terlalu perhitungan, sebagian basar hidup mereka itu tidak bahagia, karena hidup mereka jauh lebih tersiksa dan lelah (pikiran).

Berdebat dengan orang picik, tidak pantas

Seperti kata pepatah, “Lebih baik menyinggung (berbuat salah) pada seorang budiman daripada berbuat salah pada orang picik”. Karena orang picik berpikiran sempit, mudah menaruh dendam, begitu Anda membuatnya marah atau tersinggung atau merugikan kepentingannya, maka ia pasti akan menanamkan bibit kebencian dalam hatinya , inilah sebabnya mengapa orang-orang picik atau berjiwa kerdil itu suka mencelakakan orang, suka mengatakan keburukan seseorang di belakang, suka menghasut dan memicu perselisihan, dan suka memutarbalikkan fakta.

Karena itu, dalam pergaulan , sebisa mungkin jauhi atau hindari orang-orang picik seperti ini, jangan terlalu dalam bergaul dengan mereka. Dihimbau jangan sekali-kali melawan mereka dengan kekerasan, kalau bisa sebaiknya mengalah, atau paling bagus diselesaikan secara damai, kalau tidak, maka yang rugi adalah kita sendiri. Jadi, camkan baik-baik, hal apa pun itu jangan terlalu serius dengan orang-orang picik berjiwa kerdil, karena memang benar-benar orang seperti ini tidak pantas untuk diperhitungan.

Berselisih dengan teman melukai arti persahabatan

Cao Xueqin, seorang penulis sastra Tiongkok (1715-1763) pernah mengatakan : “Meskipun emas mahal, tapi masih mudah didapatkan, sedangkan untuk mendapatkan teman sejati, satu juga sangat sulit”. Karena itu, ketika kita mendapatkan seorang teman sejati , sebisa mungkin jangan karena masalah sepele lalu terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan.

Misalnya, ketika ia tanpa sengaja atau tidak tahu hal yang sebenarnya, melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan Anda atau mengatakan sesuatu yang tidak kamu sukai jangan menyimpannya di hati, apalagi sampai membalasnya, bagaimanapun juga antar sesama teman karib itu tidak ada sekak, dan saling percaya. Jika pergaulan/kebersamaan antar teman terlalu banyak pertimbangan ini itu, selalu ekstra hati-hati, maka itu bukanlah teman sejati yang sesungguhnya.

Berapa banyak orang yang dikarenakan berselisih dengan teman, sehingga merusak persahabatan satu sama lain, dan kehilangan sosok teman sejati yang sulit ditemui lagi dalam kehidupan ini. Jadi, kita harus selalu menaruh sekeping hati yang lapang terhadap teman, jangan segalanya selalu perhitungan dengan teman, karena persahabatan sejati yang terjalin erat itu tidak bisa diperbaiki lagi jika sudah terlanjur rusak.

Bertikai dengan sesama saudara melukai perasaan

Seiring dengan lamanya bersama dengan keluarga, pasti tak terhindarkan akan terjadi berbagai masalah dan dilema, membuat kita kesal dan jengkel. Misalnya di rumah merayakan hari raya, segenap anggota keluarga duduk mengelilingi meja makan dan makan bersama, tapi Anda selalu sibuk dengan ponsel, makan sambil bermain, orang tua yang melihat kelakuanmu seperti itu pasti tak tahan akan menegurmu, mendengar itu, mungkin Anda merasa tidak nyaman, tapi Anda juga tidak perlu berdebat dengan orang tua hanya karena masalah sepele ini, karena hanya akan melukai perasaan, menyakiti perasaan mereka.

Orang dahulu mengatakan : “Pejabat yang adil bijaksana sekalipun sulit atau tidak mampu memutuskan masalah keluarga orang lain”. Jadi meskipun terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan antara Anda dengan keluarga, Anda jangan terlalu mempermasalahkannya. Jika terjadi pertikaian, sebaiknya menjadi sesosok orang “pelupa”, karena bagaimanapun juga keluarga adalah hal yang paling berat yang tidak bisa dilepaskan. Sebagaimana yang dikatakan George Bernard Shaw : “Rumah adalah tempat satu-satunya di dunia yang menyembunyikan kelemahan dan kegagalan manusia, sekaligus juga mengandung cinta kasih yang menyenangkan.”

Berselisih dengan isteri menyakiti perasaan

Ada yang mengatakan : “Sebuah pernikahan bahagia itu tersimpul dari seorang wanita buta dan pria tuli”. Memang benar. Setelah dua orang itu melangkah ke jenjang pernikahan, maka kehidupan akan jauh lebih kompleks dan sulit daripada saat-saat pacaran. Perselisihan dan perdebatan akan menjadi lebih banyak daripada saat pacaran. Jika selalu terjadi perselisihan diantara Anda, maka tali kasih kalian akan terkikis dalam perdebatan yang bertubi-tubi itu, kalian berdua akan ada jarak, dan sulit untuk bisa menikmati kebahagiaan dan indahnya dari pernikahan yang kalian rajut bersama.

Antar suami isteri, sesekali pura-pura tuli dan bisu, baru bisa mengecilkan masalah besar dan mengakhirinya. Dengan begitu, baru bisa mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Ingat, terlalu perhitungan (sedikit-sedikit berdebat) diantara suami istri, kalian akan kalah dengan tragis suatu hari nanti. Dua orang yang telah menyatu (suami-isteri), tidak perlu memperebutkan menang kalah atas segala sesuatunya. Memang mungkin dalam hal itu Anda menang, tapi hatinya sudah terlanjur terluka dan tersakiti, lantas apa gunanya kemenangan dari perdebatan itu ?

Konflik dengan diri sendiri mencederai fisik

Ada orang yang suka mempersulit dirinya sendiri, bertikai dengan dirinya sendiri, hingga akhirnya melukai dirinya sendiri, membuat fisik dan mentalnya lelah sendiri. Sebagai contoh, ada orang yang setelah jalinan asmaranya berakhir, karena tidak sanggup menerima kenyataan , lantas menyakiti atau menyiksa dirinya sendiri, tidak mau makan, atau mabuk-mabukan untuk menghilangkan kesedihan.Padahal, hal-hal seperti ini tidak hanya menyakiti fisik tapi juga mental kita sendiri.

Beberapa hal kalau memang sudah terjadi, kita hanya bisa menerimanya, dan kalau memang ditakdirkan sebagai tamu yang lewat, kita hanya bisa menghibur diri untuk tidak larut dalam kesedihan. Adakalanya, yang paling dibutuhkan seseorang adalah memaafkan diri sendiri, membebaskan diri sendiri dari belenggu, bukankah begitu ? (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular