Kafein tidak menyebabkan insomnia, sebagai yang sangat diyakini. Insomnia adalah gangguan tidur di mana seseorang memiliki masalah menjelang dan atau saat tidur. Faktanya adalah mengonsumsi kafein dapat mempengaruhi tubuh manusia selama lebih dari lima jam sehingga kafein menunda tidur, bukannya mencegah tidur.

Kafein dibuang dari sistem tubuh setelah satu atau dua hari, sehingga setelah kafein dibuang dari sistem tubuh, seharusnya seseorang tidak memiliki masalah dengan tidurnya. Solusi terbaik adalah tidak minum minuman yang mengandung kafein sekitar enam jam sebelum tidur.

Berikut adalah 10 kesalahan pemahaman  yang  sering dipercaya mengenai kafein untuk dibaca sambil menikmati kopi!

  1. Kafein menyebabkan insomnia.

Kafein tidak menyebabkan insomnia, sebagai yang sangat diyakini. Insomnia adalah gangguan tidur di mana seseorang memiliki masalah menjelang dan atau saat tidur. Faktanya adalah kafein dapat mempengaruhi tubuh manusia selama lebih dari lima jam sehingga kafein menunda tidur, bukannya mencegah tidur.

Kafein dibuang dari sistem tubuh  setelah satu atau dua hari, sehingga setelah kafein dibuang dari sistem tubuh, seharusnya seseorang tidak memiliki masalah dengan tidurnya. Solusi terbaik adalah tidak minum minuman yang mengandung kafein sekitar enam jam sebelum tidur.

2. Kafein membuat kecanduan

Ini adalah salah satu mitos yang paling dipercayai. Sudahlah cukup untuk mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang. Meskipun beberapa peminum kopi mungkin menderita nyeri kepala, kecemasan atau kelelahan ketika berhenti mengonsumsi kafein, gejala-gejala tersebut mudah diatasi dengan obat penghilang nyeri atau segelas air, dan gejala akan hilang dalam waktu beberapa hari.

3. Mengalami dehidrasi jika minum minuman yang mengandung kafein

Memang benar bahwa minuman kafein sedikit menyebabkan sering berkemih (diuretik), sehingga meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh, namun peneliti membuktikan bahwa kopi juga dapat menghidrasi tubuh – mirip seperti air! Dan jika Anda minum air secara teratur, maka kafein tidak akan menyebabkan dehidrasi pada tubuh!

4. Kafein membantu menurunkan berat badan

Kafein membantu membakar tambahan 70-100 kalori per cangkir minuman yang mengandung kafein, berkat dorongan metabolisme yang dihasilkannya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang menambah asupan kafein mengalami peningkatan berat badan dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi kafein. Meskipun membandut sedikit, Anda perlu mengubah diet dan gaya hidup bila berat badan Anda meningkat.

5. Kafein berdampak buruk terhadap tekanan darah

Setelah mengonsumsi kafein tekanan darah akan meningkat, sehingga orang yang memiliki masalah tekanan darah tinggi atau orang yang peka terhadap kafein harus membatasi asupan kafein, tetapi efek jangka panjang kafein pada tekanan darah belum ditemukan. Tekanan darah tinggi ditemukan pada orang yang minum sejumlah besar kopi setiap hari, namun pada orang yang minum kopi dalam jumlah yang sedang, belum ditemukan masalah.

6. Espresso mengandung lebih banyak kafein dari kopi biasa

Sebenarnya, satu cangkir espresso mengandung kafein 2-4 kali kurang dari satu cangkir kopi biasa. Anda harus minum 3-4 cangkir espresso untuk mencapai kadar kafein yang sama dalam satu cangkir kopi biasa.

7. Minuman berenergi mengandung lebih banyak kafein daripada secangkir kopi.

Minuman berenergi memberi energi, dan banyak dari kita meminumnya saat membutuhkan energi dan konsentrasi ekstra. Meskipun minuman berenergi diyakini memiliki kadar kafein yang sangat tinggi, ternyata minuman berenergi mengandung kafein kurang dari kandungan kafein dalam secangkir kopi biasa. Misalnya, satu kaleng minuman berenergi mengandung 75-80 miligram kafein, yang 2-3 kali kurang dari kandungan kafein di dalam secangkir kopi biasa. Teliti sebelum membeli untuk memastikan minuman berenergi tidak mengandung kafein yang tinggi.

8. Kafein meningkatkan risiko penyakit jantung

Hubungan antara kafein dan penyakit jantung masih harus dipelajari. Sejauh ini, penelitian menunjukkan beberapa hasil yang bertentangan. Namun, banyak ilmuwan setuju bahwa minum kopi dalam jumlah sedang (1-2 cangkir setiap hari) tampaknya tidak berbahaya bagi tubuh.

9. Kafein meningkatkan risiko osteoporosis.

Hal ini juga merupakan salah satu tema yang harus lebih diteliti. Penelitian yang menemukan bahwa orang yang berusia lebih tua harus berhati-hati dengan asupan kopi, sehingga terhindar dari osteoporosis dan patah tulang pinggul. Orang yang berusia lebih tua seharusnya tidak minum lebih dari 300 mg kafein. Kafein menurunkan kadar kalsium dalam jumlah yang sangat kecil di dalam tubuh, di mana efek ini dapat dikurangi dengan menuangkan satu atau dua sendok teh susu ke dalam kopi.

10. Kafein adalah buruk untuk Anda

Sebenarnya, mengonsumsi kafein memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan kesehatan. Para ilmuwan menganjurkan mengonsumsi kafein untuk melawan penyakit Parkinson, diabetes tipe dua dan penyakit hati, termasuk kanker hati. Kafein juga meningkatkan fungsi kognitif dan membantu melawan depresi.

Dengan mempertimbangkan semua fakta dan kebenaran mengenai kafein, kita dapat terus menikmatinya tanpa khawatir akan membahayakan kesehatan. Yang terbaik adalah mengonsumsi kafein dalam batas normal – hingga 400 miligram kafein setiap hari, yang sudah lebih dari cukup untuk seseorang menikmati secangkir kopi atau yang mengandung cokelat!(Epcohtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular