Pada 350 SM, matematikawan dan salah satu pelopor ilmu mekanika, Archytas dari Tarentum, menciptakan merpati mekanik kayu.

Bisakah merpati mekanik kayu yang dibuat pada 350 SM ini digolongkan sebagai drone pertama?

“Ciptaan Archytas sering disebut sebagai robot pertama, dan dalam kemajuan teknologi baru-baru ini, mungkin kita bisa bahkan menganggapnya sebagai drone pertama, yakni perangkat pertama yang mampu terbang secara otonom,” tulis Jimmy Stamp dalam sebuah artikel di Smithsonian.

Stamp bukanlah satu-satunya orang yang berpendapat bahwa benda terbang ini sebagai perintis drone. Sebuah wahana udara tak berawak (UAV) dengan konsep Drone, pernah dikembangkan oleh Departemen Aeronautics di Naval Postgraduate School AS dengan nama Archytas pada tahun 1993.

Tulisan-tulisan Aulus Gellius, seorang Romawi pada masa itu, menggambarkan merpati mekanik ini sebagai alat yang diterbangkan dengan uap. Cara kerjanya tidak dirinci lebih lanjut. Namun, merpati mekanik ini konon membuat warga Tarentum tercengang, menurut sebuah materi pendidikan yang dikembangkan oleh NASA.

NASA menggambarkannya sebagai “salah satu perangkat pertama yang berhasil menggunakan prinsip-prinsip penting untuk penerbangan roket”.

Meskipun merpati kayu diterbangkan oleh uap. Gerakannya mungkin diarahkan dengan benda yang menyerupai kawat. Menurut Stanford Encyclopedia of Philosophy, ia bisa jadi seperti ketapel.

Ensiklopedia ini menyatakan: “Pada jaman dulu, perangkat pengepungan kuno disebut dengan nama-nama hewan (misalnya, ‘kura-kura’ dan ‘gagak’). “Merpati” karya Archytas mungkin berupa pelontar, atau proyektil yang dilemparkan oleh ketapel tersebut, yang kemudian disalahpahami menjadi merpati mekanik. … Namun, tidak ada sumber kuno yang menjelaskannya seperti ini”.

Ilustrasi Aeolipile. (Knight’s American Mechanical Dictionary, 1876, Wikimedia Commons)

Sekitar 300 tahun setelah Archytas membuat merpatinya, penemu Yunani yaitu Hero dari Alexandria membuat perangkat yang dianggap sebagai mesin uap pertama dengan menggunakan prinsip-prinsip yang sama. Api diletakkan di bawah ketel untuk memanaskan air. Ini menciptakan uap yang disalurkan melalui dua tabung berbentuk L di kedua sisi bola, menyebabkan bola berputar. Perangkat ini disebut Aeolipile.(Epochtimes/Tara MacIsaac/Wid)

Share
Tag: Kategori: Headline SAINS SAINS NEWS

Video Popular