Oleh: Cao Changqing

Ketiga, sepertinya ia memiliki kemahiran dalam berteman. Banyak teman seprofesi, rekan bisnis dan pesaing Trump yang mendukung pencalonannya sebagai presiden. Selain banyak rekan bisnisnya di New York, saingannya Steve Wynn pemilik Wynn Tower di Las Vegas yang bersaing dengan Trump Tower, juga Sheldon Adelson pemilik The Venetian semuanya mendukungnya.

Kemampuan menggalang para pendukung dari para pesaing bisnisnya yang mendukungnya mencalonkan diri sebagai presiden, setidaknya itu berarti etika bisnisnya cukup baik, bisa dipercaya dan diajak kerjasama.

Keempat, semua anak-anaknya sangat berprestasi, apalagi (kecuali belum dewasa) setiap anaknya adalah pembicara yang sangat unggul. Sejak Trump ikut serta dalam pencalonan awal di Partai Republik hingga memenangkan pilpres, penampilan anak-anaknya semua memberikan nilai plus bagi Trump. Istrinya yang imigran juga setidaknya tidak membuatnya kehilangan nilai. Dalam hal ini tidak bisa dikatakan tidak ada peran Trump.

Kelima, kemampuan belajarnya sangat kuat dan cepat. Pada perdebatan capres internal Partai Republik yang pertama, Trump sepertinya tidak memahami banyak permasalahan. Tapi pada akhirnya ketika berdebat dengan Hillary, penampilannya maju pesat dibandingkan dengan masa awal pencalonan, sudah seperti seorang yang telah lama berkiprah di bidang politik. Dan ini hanya butuh waktu setahun lebih.

Pidatonya setelah memenangkan pilpres juga lebih berbobot, lebih terkait erat dengan reformasi yang hendak dilakukannya. Di saat yang sama, seiring dengan semakin kuatnya serangan kaum sayap kiri Partai Demokrat terhadap dirinya, konsep pemikiran Partai Republiknya juga menjadi semakin kuat dan tegar.

Tidak diragukan lagi Trump adalah seorang pengusaha yang pandai berbicara. Meskipun banyak perkataan dan konten Twitternya yang sembarangan, juga mengandung kata-kata yang bermasalah. Namun pidatonya pada Rapat Besar Perwakilan Partai Republik dan pidato kemenangannya setelah memenangkan pilpres, termasuk pidatonya pada hari pelantikannya, disampaikan dengan sangat layak, dengan gaya dan nada sebagai seorang presiden AS dari kalangan konservatif yang tradisional.

Tentu saja ia mempunyai penulis naskah pidato, tapi bagaimana pun, sebagai seseorang yang memiliki ego sangat tinggi, pidatonya pasti cenderung merefleksikan pemikirannya. Sedangkan pada tiga kali pidato tersebut, sepenuhnya memperlihatkan pemikiran seorang pemimpin Partai Republik yang semestinya, banyak pidatonya yang di luar naskah juga berkonsep kuat, dan disampaikan secara jelas.

Hari ini saya tetap tidak menghargai gaya Trump yang terkadang berlebihan, tidak suka dengan kegetolannya berkomentar di Twitter pada setiap “hal kecil” (seperti menurunnya rating acara reality show dimana Arnold mewakilinya, juga sindiran para artis Hollywood terhadap dirinya dan lain-lain). Menurut saya tidak pantas, dan juga merusak citra seorang presiden. Tapi mungkin itulah keunikan Trump, sangat gaul, gemar berkomunikasi langsung dengan warga, kelebihan maupun kekurangannya pada sangat menonjol.

Meskipun dalam artikel yang mengkritik Trump paling keras sekalipun saya juga pernah mengatakan, jika Trump terpilih, ia tidak akan semena-mena, karena ada Kongres, dan masih ada kekuasaan keempat yakni media massa yang terus mengawasinya.

Jika Trump mampu menahan berbagai serangan jahat yang bertubi-tubi dari kaum sayap kiri Partai Demokrat, para seniman nyentrik dan sastrawan golongan kiri, paham sosialis/komunis/rasialisme kulit hitam/imigran gelap/paham radikal Islam/ dan berbagai ragam aktivis lainnya, serta benar-benar melakukan janjinya kepada warga pemilihnya (dan tidak ingkar janji seperti Presiden Bush senior), maka ia akan menjadi seorang presiden yang hebat, seorang pahlawan dari Partai Republik.

Menilik kembali “drama Trump” yang telah diawali sejak pertengahan 2015, peristiwa ini tidak hanya telah mengocok syaraf dunia, juga membuat orang terkesima. Suatu tatanan sosial yang baik, suasana peradaban yang berbudaya, mampu mengubah seorang berandalan menjadi seorang gentleman.

Di bawah suatu sistem yang baik, dikelilingi oleh orang-orang yang berwawasan, Anda akan semakin baik, akan sulit bagi Anda untuk menjadi jahat (atau meneruskan perilaku Anda yang tidak baik). Sebaliknya, dengan sistem yang buruk, dan dikelilingi oleh orang-orang yang egois dan jahat, maka akan sulit bagi Anda untuk menjadi orang yang baik, akan lebih sulit daripada mendaki langit malah akan terjebak dalam lingkaran setan.

Kali ini Trump menjadi presiden AS, banyak orang merasakan bahwa (bahkan surat kabar Washington Post yang berhaluan kiri juga mengakui) ini bukan hanya sekedar pergantian partai politik seperti biasanya, melainkan suatu awal era yang baru, seperti pada masa pemerintahan Reagan, sekaligus juga berbeda dengan masa Reagan dulu, jadi masyarakat sangat menantikannya! (sud/whs/rmat)

SELESAI

Share

Video Popular