Oleh Qin Yufei

Dengan semakin memburuknya kondisi HAM di Tiongkok, Uni Eropa dalam sebuah pernyataannya yang langka meminta pemerintah Tiongkok untuk melakukan penyelidikan kasus penganiayaan yang mengerikan terhadap Pengacara HAM bernama Xie Yang dan membebaskan beberapa tahanan politik/ tapol yang masih dikurung dalam penjara.

Pekan lalu, pengacara HAM bernama Xie Yang yang ditahan telah menjelaskan secara rinci bagaimana ia menderita sejumlah perlakuan dalam tahanan. Xie Yang antara lain mendapat  pukulan-pukulan pada saat diinterogasi, memaksa dirinya bertahan dalam posisi badan yang menimbulkan rasa sakit.

Pihak polisi juga tidak mengijinkan ia menerima perawatan medis. Membiarkannya dalam keadaan kurang makan, minum dan tidur. Pengusut bahkan mengancam, “Kamu akan kita habisi, dan itu sama mudahnya dengan mematikan seekor semut”.

Ada pemberitaan dari media lain yang menyebutkan bahwa ada 2 orang pengacara HAM lainnya yang masing-masing bernama Li Heping dan Wang Quanzhang sampai sekarang masih mengalami  penganiayaan dalam tahanan.

“Jika hal itu terbukti, maka penganiayaan semacam itu sudah termasuk pelanggaran Deklarasi HAM,” kata juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa.

“Kiranya perlu segera mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan mereka,” tambahnya.

“Bila catatan pelecehan atau penyiksaan itu terbukti, maka penanggungjawab harus dikenakan sanksi hukum,” demikian pernyataan Uni Eropa yang dikutip dari pernyataan  yang dikeluarkan oleh pemerintah Tiongkok.

Ketiga orang pengacara HAM itu ditangkap pemerintah Tiongkok komunis pada Juli 2015 dalam rangka menekan kegiatan para pengacara, asisten pengacara dan aktivis HAM.

Mereka yang menjadi sasaran penangkapan polisi berjumlah mendekati 250 orang. Namun, mereka yang tertangkap itu langsung dijebloskan ke tahanan tanpa proses pengadilan.

“Kami mengulangi seruan kepada pemerintah Tiongkok agar segera membebaskan para pengacara serta para pembela HAM Tiongkok yang masih mereka tahan, termasuk Jiang Tianyong,” bunyi pernyataan Uni Eropa.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pengacara Jiang Tianyong sejak ditangkap pada  November tahun lalu sampai sekarang tidak diketahui keberadaan dan keadaannya.

Pemerintah Tiongkok telah membebaskan 2 orang pengacara, yakni Xie Yanyi dan Li Chunfu. Tetapi kebebasan tidak membuat keluarga mereka senang.

Li Chunfu adalah adik kandung Li Heping. Ia yang diperlakukan polisi untuk ‘pulang ke rumah’ pada bulan ini justru membuat keluarga risau akibat kondisi badannya yang sudah jauh bebeda akibat siksaan fisik dan mental yang dialami selama 17 bulan dalam tahanan polisi.

Istri Li Chunfu, Bi Liping menulis di internet, “Pikirannya jadi kacau.” Hasil dianogna sementara dokter rumah sakit mengarah pada gejala skizofrenia atau gangguan proses berpikir.

Beberapa hari sebelum Uni Eropa mengeluarkan pernyataan, sejumlah pengacara ternama dan hakim AS dan Eropa menyampaikan secara tertulis kepada media ‘the Guardian’ surat keprihatinan dan perhatian yang tinggi atas tindakan PKT menangkap dan menahan para pengacara HAM Tiongkok.

Dalam surat itu disebutkan, untuk membuktikan bahwa Tiongkok adalah anggota dari masyarakat internasional yang bertanggung jawab, maka ia wajib memenuhi komitmennya sendiri kepada masyarakat internasional yang berupa menghormati HAM. (erabaru.net/sinatra/rmat)

Share

Video Popular