- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Ekosistem Mangrove Pesisir Utara Jawa Hilang, Aktivis Akan Tanam 1.000 Bibit

BOGOR – Aktivis lingkungan hidup akan bersama-sama melakukan aksi tanam mangrove di Desa Grogol, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (2/2/2017). Aksi tanam 1.000 bibit mangrove ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian rusaknya Mangrove di kawasan Pesisir Utara Jawa.

“Kondisi lingkungan hidup di Pesisir Utara Jawa saat ini perlu menjadi perhatian kita semua, terutama rusaknya dan hilangnya ekosistem mangrove di wilayah ini,” kata Manager Program DeTara Foundation, Ika Satyasari dalam rilisnya, Selasa (31/1/2017).

Menurut Ika, Cirebon merupakan salah satu daerah di Pesisir Utara Jawa, yang kini keberadaan mangrovenya perlu mendapat perhatian. Pada tahun 2010, dari 61 km panjang pantai di Kabupaten/Kota Cirebon, yang masih memiliki hutan mangrove hanya sepertiganya.

Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat tahun 2008, kondisi hutan mangrove di Kabupaten Cirebon mengalami kerusakan lebih dari 70% dari total 1384,56 ha, sedangkan di Kota Cirebon mengalami kerusakan 50% dari total kurang lebih 20 ha.

Tidak dapat dipungkiri, kata Ika, bahwa kerusakan mangrove di Pesisir Utara Jawa seperti di Cirebon karena populasi penduduk yang terus bertambah dan alih fungsi hutan mangrove menjadi tambak maupun perumahan.

Tak hanya itu,  tak sepenuhnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar juga menjadi tugas selanjutnya. Persoalan di lapangan seperti pembuangan sampah di sepanjang pesisir Cirebon, penebangan kayu mangrove untuk keperluan lain tanpa penanaman kembali, serta rendahnya pengawasan terhadap mangrove yang telah ditanam dan masih bertahan hidup.

“Tiada kata terlambat untuk selamatkan Pesisir Utara Jawa, Melalui aksi bersama, mari kita wujudkan Mangrove Lestari, Kebahagiaan Ibu Pertiwi,” jelasnya. (asr)