Misteri Ribuan Gua di Tebing Pegunungan Nepal

569
Puluhan ribu gua misterius di tebing pegunungan wilayah Mustang, Nepal, asal-usulnya masih menjadi misteri hingga kini. (Video screenshot)

Mustang adalah sebuah kabupaten di Nepal, terletak di lereng bukit yang curam di sekitar Gandaki River, dipenuhi dengan puluhan ribu gua kuno, dan sebagian sisa-sisa manusia mumi yang dapat ditelusuri kembali jejaknya pada 2000 tahun yang lalu.

Selain itu juga banyak terdapat relief Buddha antara abad 12 – 14. Namun, sejauh ini tidak ada yang tahu secara pasti siapa yang menggali gua-gua yang sulit dicapai atau apa sebenarnya tujuan dari pembuatan gua-gua ini ketika itu.

Di masa lalu, Mustang adalah sebuah kerajaan Buddha di dataran tinggi Tibet. Belakangan di aneksasi Nepal pada abad ke-18, sehingga bahasa dan budayanya sangat kental dengan Tibet. Karena daerah ini sangat terpencil dan terisolasi, sulit diakses orang luar, karena itu budaya kuno mereka terawat baik.

Dari sisi gua misterius yang terletak di tebing curam itu, nyaris tegak lurus dengan permukaan. Beberapa diantaranya berada di ketinggian lebih dari 150 kaki (sekitar 46 meter) dari permukaan yang tidak dapat dijangkau orang-orang awam, bahkan para pendaki gunung professional juga sulit menjangkaunya. Ini membuat orang-orang tidak bisa tahu persis siapa sebenarnya yang menggali gua-gua ini.


Pemandangan dan benda peninggalan budaya di dalam gua. (Video screenshot)

 

Sebagian besar di antara puluhan ribu gua tersebut dalam keadaan kosong, namun, beberapa diantaranya terdapat sisa tungku perapian, kotak penyimpanan biji-bijian dan kamar tidur yang diduga pernah dihuni oleh orang-orang kala itu.

Selain itu juga terdapat kerangka manusia yang berusia lebih dari 2,000 tahun di tempat tidur, tampaknya digunakan sebagai pemakaman.

Di gua-gua lainnya, para peneliti juga menemukan relik Buddha dari abad ke-13 yang tak ternilai. Diantaranya  termasuk lukisan dinding, manuskrip, barang-barang hasil kerajinan tangan dan sebagainya yang dapat ditelusuri kembali jejaknya sekitar abad ke-13.


Gambar tersebut di atas adalah mural atau lukisan dinding dan patung Buddha. (Video screenshot)

 

Para ahli mengatakan temuan-temuan tersebut menunjukkan akan kekayaan dan keindahan seni tradisional Buddha Tibet serta luasnya jangkauan geografis para seniman kala itu.

Para ilmuwan percaya bahwa penggunaan gua Mustang dapat dibagi menjadi tiga periode. Pertama, sekitar 3,000 tahun yang lalu digunakan sebagai tempat pemakaman. Kedua, sekitar abad ke 10 Masehi masyarakat di sekitar gua-gua tersebut menggali lebih banyak gua pada tebing untuk tempat tinggal dan perlindungan karena desa-desa mereka di landa perang sehingga memaksa mereka meninggalkan rumahnya.

Akhirnya, sekitar abad ke 15 M, setelah perang mereda, masyarakat kembali pindah ke rumah mereka dan meninggalkan gua-gua mereka dalam keadaan kosong. Gua-gua akhirnya digunakan oleh para biarawan yang mencari tempat yang sunyi untuk meditasi, sehingga mengubah gua menjadi semacam biara atau perpustakaan pada saat itu. (Epochtimes/Lin Cong Wen/joni/rmat)