Para ilmuwan mengkonfirmasi keberadaan materi ruang-waktu empat dimensi. Strukturnya dapat berubah sendiri seiring dengan perubahan waktu, dan diperkirakan terdapat beragam struktur materi yang tak terhitung banyaknya di alam semesta.

Oleh para ilmuwan, materi “ruang-waktu empat dimensi” yang mengalami perubahan secara struktur seiring dengan perubahan waktu ini disebut “time crystal” / waktu kristal.”

Konsep “Waktu kristal” seperti dilansir dari Science Alert, Sabtu (28/1/2017) ini sepertinya sangat abstrak, tapi sekaligus juga menyiratkan fisika memasuki era baru. Selama beberapa dekade kita terus menjajaki terkait apakah terdapat “non-equilibrium matter” di alam semesta. Bukan hanya ada materi ruang-waktu tiga dimensi-simetri translasi spasial (spatial translation symmetry) yang dikenal saat ini.

Norman Yao, ilmuwan dari Universitas California, Berkeley, yang terlibat dalam studi tersebut menjelaskan, bahwa “kristal” ruang-waktu tiga dimensi dalam arti tradisional itu tak lebih dari sebagian kecil dari materi di alam semesta, demikian dilansir University of California, Kamis (26/1/2017).

Biasanya ketika menyinggung tentang kristal, orang-orang akan mengaitkannya dengan perhiasan luar biasa yang tak ternilai harganya, kristal yang cemerlang menyilaukan mata, atau pusaka seperti salju yang halus indah dan semacamnya.

Atom atau molekul kristal-kristal dalam ruang tiga dimensi ini ditata ulang sesuai dengan periode tertentu. Namun kristal-kristal ini hanya sedikit dari beberapa jenis kristal dalam bentuk materi yang tak terhitung banyaknya di alam semesta.

Terdapat ruang-waktu yang tak terhitung banyaknya di alam semesta, ruang-waktu yang tampak secara kasat mata itu hanya ruang-waktu tiga dimensi.(pixabay)

Albert Einstein pernah mengatakan, kita hidup di ruang-waktu empat dimensi. Ruang-waktu ini berisi ruang-waktu tiga dimensi yang bisa dilihat dan diraba serta ruang-waktu dimensi keempat yang disebut “waktu”.

Adapun mengenai struktur kristal yang kita ketahui itu tak lebih dari perubahan yang dimanifestasikan ruang-waktu tiga dimensi, yang berubah seiring dengan perubahan dimensi “waktu.”

Lain halnya dengan “Waktu Kristal”, strukturnya berubah seiring dengan perubahan waktu. “Waktu Kristal”pertama kali dikemukakan pada 2012 oleh pemenang Nobel Frank Wilczek. Kemudian oleh masing-masing fisikawan dari Princeton University dan University of California, Santa Barbara, membuktikan keberadaan kristal ini.

Sekarang, dalam percobaannya, kelompok studi dari Universitas California, Berkeley, telah “melihat” materi yang memanifestasikan karakteristik ruang-waktu empat dimensi ini.

“Dapat mengamati kristal yang unik ini, membuktikan adanya sesuatu yang mendobrak hukum simetri di semesta alam, yang menunjukkan satu sisi penjajakan yang baru,” kata fisikawan Phil Richerme dari Indiana University, AS.

Studi terkait dipublikasikan di jurnal Physical Review Letters edisi terbaru. (Epochtimes/ Hua Zi-ming/joni/rmat)

Share

Video Popular