Banyak orang tua, profesional kesehatan, guru, pengawas kerja dan kekasih cenderung mendapat manfaat dari tingkat empati yang lebih tinggi.

Jadi dapatkah orang dewasa belajar berempati?

Peneliti telah meneliti apakah mungkin untuk meningkatkan empati kognitif, emosi dan perilaku melalui pelatihan formal. Metode yang digunakan untuk mengajar seseorang supaya menjadi lebih berempati memiliki banyak kemiripan dengan metode yang digunakan untuk mengajar tarian baru atau berpidato dengan baik di depan umum.

Pelatihan biasanya mencakup empat elemen. Elemen pertama biasanya berupa instruksi mengenai manfaat menunjukkan empati, bagaimana mengenali emosi orang lain, bagaimana merasakan emosi orang lain dan bagaimana untuk memberi komentar yang tepat.

Elemen kedua menghadirkan model yang menunjukkan empati dalam menanggapi sesuatu yang telah dikatakan atau dilakukan oleh orang lain. Model dapat berupa orang hidup, video atau audio, atau tulisan. Situasi tersebut secara optimal mencakup respons positif terhadap ekspresi berempati yang tepat. Kadang model mungkin saja gagal menunjukkan empati dan kemudian baru menunjukkan respons yang lebih baik.

Elemen ketiga adalah praktek menunjukkan empati. Hal ini dapat dilakukan melalui tatap muka langsung dengan pelatih atau online dalam menanggapi komentar atau tindakan orang lain secara tertulis atau melalui audio. Bila memungkinkan, praktek akan mencakup menunjukkan empati dalam situasi nyata di luar sesi pelatihan.

Elemen keempat melibatkan umpan balik yang membangun dalam upaya menunjukkan empati. Umpan balik tersebut biasanya mencakup pujian ketika seseorang telah bereaksi dengan tepat. Elemen keempat ini juga mencakup informasi cara yang lebih baik untuk menilai emosi orang lain atau menanggapi emosi.

Apakah bermanfaat mengajarkan orang berempati?

Seorang mahasiswa dan saya baru saja menyelesaikan meta-analisis yang melibatkan 18 penelitian mengenai efek pelatihan empati. Hasil kami menunjukkan pelatihan formal dapat meningkatkan empati.

Penelitian tersebut mengukur  empati dengan berbagai cara, namun banyak penelitian menggunakan uji. Pada situasi sekarang dan kemudian bertanya: apa yang akan Anda katakan kepada orang tersebut?

Beberapa penelitian meminta laporan empati yang dialami diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian mencari peringkat empati pasien selama konsultasi pasien dengan profesional. Tidak peduli ukuran mana yang digunakan, pelatihan empati cenderung memiliki efek positif.

Meskipun temuan dari penelitian yang kami survei memiliki keterbatasan, peserta pelatihan empati menunjukkan perbaikan yang bermakna terutama profesional kesehatan atau mahasiswa. Dan penelitian biasanya paling lama diikuti peserta selama beberapa minggu.

Jadi kami tidak tahu pasti apakah kita dapat meningkatkan empati pada orang biasa melalui pelatihan formal. Kami juga tidak tahu apakah mungkin membantu orang untuk mendapat manfaat empati jangka panjang.

Beberapa orang mungkin tertantang untuk mengajar empati, baik karena seseorang tidak memiliki motivasi untuk meningkatkan empati atau karena seseorang merasa sulit untuk membayangkan bagaimana perasaan orang lain. Misalnya, sulit untuk membantu pelaku kejahatan seksual untuk berempati, karena mungkin adalah penderita autisme.

Dapatkah kita ajarkan empati pada diri sendiri?

Orang dewasa dapat meningkatkan empatinya di luar pelatihan formal. Orang dewasa dapat mulai mencari tanda lain saat mengalami emosi, termasuk ekspresi wajah, postur, mendesah, nada suara, maksud apa yang mereka katakan dan situasinya yang jelas.

Jika kita membayangkan diri kita dalam situasi orang lain, kita mengambil langkah tambahan ke jalan empati. Jika kita mengembangkan hipotesis mengenai emosi seseorang dan secara lembut menyajikan kepada orang lain, kita mendapat umpan balik yang berharga dan menyelesaikan pengalaman belajar mandiri dalam peningkatan empati.

Tentu saja, tidak semua orang mampu untuk mendapatkan manfaat dari peningkatan empati. Orang yang pekerjaannya menuntut ketegasan saat berurusan dengan orang lain mungkin tidak mendapatkan manfaat dari peningkatan empati secara profesional. Coba Anda pikirkan tekanan yang dihadapi oleh tentara dan polisi.

Tetapi untuk sebagian besar orang meningkatkan empati akan memiliki efek positif. Hidup memberikan kesempatan untuk meningkatkan empati diri sendiri. Kita hanya perlu mencari kesempatan tersebut. (University of New England/John Malouff/Vivi)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular