Sepanjang 2016 Parpol dan Lembaga Pemerintah Belanja Iklan Rp 8,1 Triliun

341
Hellen Katherina, Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu 1 Februari 2017 (Istimewa)

JAKARTA – Temuan Nielsen Advertising Information Services menunjukan pertumbuhan iklan sepanjang 2016 pergerakan yang positif dengan nilai pertumbuhan sebesar 14% di akhir 2016. Total belanja iklan di televisi dan media cetak mencapai Rp 134,8 Triliun, didominasi 77% di Televisi, Partai Politik dan Lembaga Pemerintah mengeluarkan belanja iklan tertinggi mencapai Rp 8,1 Triliun.

“Belanja iklan di tahun 2016 menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, terlihat kepercayaan diri pasar sudah bangkit. Semua kategori besar menunjukkan pergerakan yang positif,” kata Hellen Katherina, Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Perbandingan dari tahun ke tahun belanja iklan pada 2012 berjumlah Rp 84,3 triliun, kemudian pada 2013 berjumlah Rp 101.9 triliun, pada 2014 Rp 110.0 triliun selanjutnya pada 2015 mencapai Rp 118,0 triliun.

Pertumbuhan belanja iklan yang digelontorkan ke media TV  menyumbang 77% dari total nilai belanja iklan dan meningkat sebesar 22% dibandingkan tahun 2015. Sementara itu belanja iklan surat kabar, majalah, dan tabloid sedikit menurun dengan adanya penurunan jumlah media yang beroperasi.

Sebagai perbandingan sepanjang 2016, belanja iklan yang masuk pada televisi mencapai Rp 103,8 triliun sedangkan pada 2015 hanya mencapai Rp 84,8 triliun. kemudian pada 2014 belanja iklan ke televisi mencapai Rp 75,8 triliun, 2013 sebanyak Rp 68,1 triliun dan 2012 berjumlah Rp 54,1 triliun.

Sedangkan belanja iklan ke koran cetak pada 2016 mencapai Rp 29,4 triliun dibandingkan pada 2015 mencapai Rp 30,8 triliun, pada 2014 berjumlah Rp 32,2 triliun, pada 2013 berjumlah Rp 31,6 triliun dan 2012 berjumlah Rp 27,9 triliun.

Jika dilihat belanja iklan majalah pada 2016 hanya berjumlah Rp 1,6 triliun, dibandingkan pada 2015 berjumlah Rp 1,9 triliun, pada 2014 dan 2013 Rp 2,2 triliun, selanjutnya pada 2012 belanja iklan mencapai Rp 2,4 triliun.

Adapun kategori produk dengan belanja iklan tertinggi adalah Pemerintahan dan Organisasi Politik berjumlah Rp 8,1 Triliun dan  bertumbuh 9%. Angka iklan tertinggi terdata Kementerian Kesehatan berjumlah Rp 569,2 miliar, Pemda Riau Rp 581,7 milyar dan Partai Perindo Rp 643, 7 miliar.

Selanjutnya disusul oleh Rokok Kretek dengan total belanja iklan Rp 6,3 Triliun dengan pertumbuhan sebesar 45%. Pengiklan terbesar ketiga adalah Produk Perawatan Rambut dengan total belanja iklan sebesar Rp 5,7 Triliun dan mengalami pertumbuhan 27% dibandingkan dengan tahun 2015.

Sementara Kategori Telekomunikasi menghabiskan belanja iklan sebesar Rp 5,3 Triliun dengan pertumbuhan 25%. Di urutan ke lima adalah Kopi dan Teh yang tumbuh 24% menjadi Rp 4,7 Triliun. Kategori ini juga merupakan salah satu kategori produk teratas yang mengalami pertumbuhan belanja iklan paling besar dalam sepuluh tahun terakhir yaitu tumbuh hingga 12 kali lipat dibandingkan tahun 2007.

Survei Nielsen Advertising Information Services berdasarkan informasi belanja iklan diambil dari data Advertising Information Services yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Monitoring iklan mencakup 15 stasiun TV nasional, 99 surat kabar dan 123 majalah dan tabloid. Sedangkan angka belanja iklan didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon, bonus, promo.

Nielsen Consumer Media View berdasarkan data mengenai konsumen diambil dari hasil survei Nielsen Consumer Media View yang dilakukan secara reguler. Survei dilakukan di 11 kota di Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 16,000 orang. Responden terdiri pria dan wanita di atas 10 tahun ke atas dengan metodologi interview tatap muka. (asr)