Dengan cara yang sederhana tapi sangat bermakna, seorang guru SMU menjelaskan kepada siswanya makna tentang kearifan hidup. Metode pengajaran ini benar-benar sangat sederhana, tapi efeknya sangat luar biasa.

Sang guru mengatakan kepada para siswa : “Permainan ini sangat sederhana. Kalian masing-masing adalah bagian yang mewakili negara ini, sekarang kalian punya kesempatan untuk menjadi sangat makmur, bisa naik ke level masyarakat elite.”

Sang guru lalu membagikan lembaran kertas pada setiap siswa dan mereka diminta membuat gulungan dari kertas tersebut. Lalu ia meletakan keranjang sampah di depan kelas.

“Selama kalian duduk di tempat kalian masing-masing dan bisa memasukkan gulungan kertas ke dalam kotak sampah itu, maka bagi yang bisa memasukkannya bisa menjadi sosok orang dari golongan atas,” jelas sang guru.

Namun tiba-tiba , siswa yang duduk di bangku bagian belakang mengajukan protes : “Ini sama sekali tidak adil!”

Mereka tahu siswa yang duduk di barisan depan lebih berpeluang memasukkan gumpalan kertas ke dalam kotak sampah.

Selanjutnya, semua siswa mulai mencoba melemparkan gumpalan kertas, dan hasilnya seperti yang diduga, sebagian besar siswa yang duduk paling depan berhasil memasukkan gumpalan kertas ke dalam kotak sampah (tapi tidak semuanya berhasil), sementara siswa yang duduk di belakang, hanya segelintir yang berhasil.

Kemudian guru menjelaskan : “Siswa yang jaraknya lebih dekat dengan kotak sampah jauh lebih berpeluang berhasil memasukkan gumpalan kertas ke dalam kotak sampah. Seperti inilah wujud kelebihan/keunggulan yang terlihat di masyarakat. Apa kalian sadari, mereka yang khawatir karena sangsi terhadap keadilan itu adalah siswa yang duduk di bangku bagian belakang.”

Sebaliknya, siswa yang duduk di depan, secara relatif juga tidak akan memperhatikan kelebihan/keunggulan yang mereka miliki dari “bawaan”. Yang tampak di mata mereka hanya diri mereka dan jarak yang sangat dekat diantara tujuan/target mereka.

Guru menjelaskan lebih lanjut : Jadi, sebagai siswa yang mengecap pendidikan, yang harus kalian lakukan adalah memperhatikan segala kelebihan/keunggulan yang kalian miliki. Gunakan kelebihan yang disebut “pendidikan” ini, untuk berusaha melakukan hal-hal yang bermanfaat atau memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Berikan dukungan yang berkelanjutan kepada sekelompok orang-orang yang dilupakan,  yang hanya bisa berada di belakang kalian itu karena ketiadaan kelebihan/keunggulan yang mereka miliki.

Permainan yang sederhana dan beberapa patah penjelasan yang sederhana, namun, seperti pukulan , setiap katanya yang begitu kuat dan lantang meresap ke relung hati! Pandangan seperti ini benar-benar sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

Jangan menjadikan kelebihan/keunggulan yang dikuasai itu sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya, tapi harus memanfaatkannya secara positif, kemudian berusaha semaksimal mungkin melakukan sesuatu dengan keunggulan yang dimiliki itu agar masyarakat ini bisa menjadi lebih baik.

Meskipun kemampuan seseorang itu sangat lemah, tetapi jika kita semua memiliki pandangan/pemikiran seperti itu, memberikan kontribusi atau menyumbangkan sedikit demi sedikit (kelebihan/keunggulan) yang kita miliki untuk masyarakat, bukan hanya memperkaya dan meningkatkan kesuksesan diri, maka bisa dipastikan dunia ini akan lebih berbeda! Jadi, mengapa tidak kita lakukan, kalau bisa membuat dunia ini menjadi lebih baik, damai dan indah ? (Secretchina/Jhn/Yant)

Share

Video Popular