JAKARTA – Pertemuan Putra SBY, Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni dengan KH Maruf Amin menjadi bahan pertanyaan pengacara Ahok kepada KH Maruf Amin yang menjadi saksi di Pengadilan. Entah apa ada kaitannya, SBY pun menyebut terjadinya kasus penyadapan. Lalu seperti apakah sebenarnya pertemuan itu?

Ketua Umum PBNU Said Aqi Siradj yang turut hadir pada pertemuan itu menjelaskan tentang isi pertemuan antara Agus Harimurti Yudhoyono yang berlangsung Jumat, 7 Oktober 2015. Pertemuan berlangsung di Gedung PBNU Jalan Kramat, Jakarta Pusat.

“Mereka cuma bicara minta restu, doa restu bahwa kami akan maju cagub-cawagub , itu saja,” kata Said Aqil di gedung PBNU, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

Menurut Ahok, kandidat-kandidat yang akan maju sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur sudah bertandang ke Gedung PBNU. Mereka yang sudah berkunjung adalah Yusril Ihza Mahenda dan pasangan Anis Baswedan dan Sandiago Uno kecuali Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ahok yang nggak pernah,” katanya usai menghadiri seminar NU CARE-LAZIS NU.

Menurut Said Aqil, pada prinsipnya PBNU menerima siapapun kedatangan warga sebagai organisasi masyarakat. Namun demikian, PBNU bukan wadah partai politik atau dukung mendukung terhadap kandidat tertentu.

“Kita kan ormas ya, kekuatan civil society bukan kekuatan politik, kalau ke sini ya sifatnya membangun komunikasi dengan warga, pada dasarnya, kalau politik monggo partai politik,” kata Said Aqil.

Ketum PBNU membantah adanya titipan dalam pertemuan itu. Hanya saja, Said Aqil menjelaskan ada saran ke Presiden ke-6 SBY. “Cuman ada saran dengan bapak terimakasih saya sudah ingat dengan pak SBY, berjasa besar 24 Universitas NU, atas kemudahan dari presiden, NU dipermudah persyaratannya ketika mau membangun UNU, kedua bapak Djan Farid Menteri Perumahan dibolehkan untuk membagi pesantren-pesantren Rusunawa, makanya berterimakasih pada SBY, tidak akan lupa itu,” kata Said.

Pada kesempatan itu, Said Aqil mengatakan tak mengetahui telepon dari Yudhoyono kepada Ma’ruf. “Saya nggak tahu, nggak tahu itu. Kita ingin menenangkan persoalan saja,” katanya. (asr)

Share

Video Popular