Oleh Wu Ying

Februari adalah bulan bersejarah bagi warga AS etnis Afrika. Presiden Trump menghadiri perayaan yang diadakan di Gedung Putih pada 1 Februari 2017.

Trump adalah presiden kulit putih yang diusung Partai Republik AS yang paling banyak memperoleh dukungan suara dari warga etnis Afrika. Selain itu, Trump melontarkan kritikan terhadap media yang mempublikasikan berita tidak benar lalu mengatakan bahwa dirinya tidak mengikuti pemberitaan CNN.

Rabu (1/2/2017) Trump mengikuti ‘Listening Session’ di Gedung Putih yang merupakan salah satu kegiatan dalam perayaan bulan bersejarah bagi warga etnis Afrika.

Sebelum pemilu ada rumor yang menyebutkan bahwa banyak warga AS etnis Afrika tidak bersedia mendukungnya. Namun situasi itu berubah setelah ia berusaha untuk mengunjungi daerah pedalaman (inner city) untuk merangkul mereka, sehingga dukungan suara melejit memecahkan rekor kandidat pemilu dari Partai Republik AS sebelumnya.

Kini, ia sedang memimpin para warga etnis Afrika ini untuk bersama-sama warga kulit putih memasuki dunia baru.

Inner city adalah daerah di pigiran kota yang lebih kumuh dan banyak dihuni oleh warga AS etnis Afrika.

Menurut data dari 3 kali pemilu presiden AS, dukungan suara yang diberikan oleh warga etnis Afrika kepada Partai Republik masing-masing adalah  8 % pada 2016. 6 % pada 2012 dan 4 % pada 2008. Capres yang diusung Partai Republik pada 2012 dan 2008 masing-masing adalah Mitt Romney dan John McCain.

Situs ‘Breitbart’ menyebutkan, Trump kembali mengkritik media yang mempublikasikan berita tidak benar saat mengikuti kegiatan ‘Listening Session’.

“Banyak media yang tidak sejalan dengan partai, bahkan begitu prasangka yang dikemukakan. Jadi benar-benar sedih mengikutinya. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak jujur,” katanya.

Trump menunjuk majalah ‘Time’ sebagai contoh, mengatakan bahwa hal itu memalukan, adalah insiden yang sangat disayangkan. Selain itu, Trump juga secara khusus mengatakan, “Saya tidak mengikuti pemberitaan CNN karena laporannya tidak benar.”

Majalah ‘Time’ pernah melaporkan bahwa patung setengah badan Martin Luther King yang terletak di dalam Kantor Oval di Gedung Putih telah dipindahkan dari lokasinya semula. Tetapi tak lama kemudian mereka meralat berita kesalahan itu.

Menanggapi liputan media yang sepihak, Trump mengatakan, media mungkin beranggapan bahwa pemberitaan mereka akan dapat mempengaruhi hasil pemilu. Tetapi dirinyalah yang menang pemilu. Untuk itu, media perlu bermawas dan memperbaiki perilaku.

Dalam pidato sambutan, Trump tidak lupa memberikan pujian kepada beberapa tokoh Afrika-Amerika seperti Rosa Parks, Harriet Tubman, Frederick Douglass dan lainnya atas  kontribusi yang mereka berikan untuk kebesaran Amerika.

Trump pada kesempatan itu juga membeberkan cetak biru tentang rencana perbaikan lingkungan hidup daerah kumuh.

“Pekerjaan yang harus kita lakukan cukup banyak. Dilakukan demi menambah kesempatan kerja dan kenaikan upah para pekerja, selain itu juga perlu menegakkan aturan untuk memperkuat perlindungan terhadap lingkungan,” katanya.

Pejabat yang mendampingi Trump dalam kegiatan ‘Listening Session’ hari itu ada Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan, Ben Carson, Asisten Senior Trump, Omarosa Manigault dan sejumlah warga AS etnis Afrika pendukung Donald Trump. (epohtimes/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular