Ada sejenis penyakit misterius di negara bagian Bihar, India utara. Anak-anak yang tampak sehat tiba-tiba menderita kejang dan kehilangan kesadaran. Selama lebih dari dua dasawarsa, lebih dari 100 anak tewas setiap tahun karena penyakit misterius ini.

Sehubungan dengan ini, para dokter setempat pun dibuat bingung. Beberapa waktu lalu, ilmuwan dari India dan Amerika Serikat mengatakan, akar penyebab penyakit misterius ini disebabkan menyantap buah leci saat perut kosong.

Rangkaian laporan luar negeri menyebutkan, Muzaffarpur adalah sebuah kota kecil di Bihar, negara bagian India utara. Setiap tahun sekitar Mei dan Juni akan muncul penyakit aneh di kota kecil itu. Banyak anak-anak tiba-tiba menderita kejang-kejang dan kehilangan kesadaran, yang menyebabkan ratusan anak-anak tewas setiap tahun.

Wabah penyakit musiman yang misterius ini terus membayangi daerah setempat selama hampir dua dasawarsa, setiap tahun ratusan anak-anak dijangkiti oleh penyakit ini, dengan rasio kematian mencapai 30%.

Sehubungan dengan ini, para ahli dari National Centre for Disease Control-NCDC (Pusat Pengendalian Penyakit Nasional) India dan Centers for Disease Control and Prevention, Amerika Serikat, melancarkan penyelidikan bersama, mendiagnosis terhadap 390 anak di bawah usia 15 tahun yang menjalani rawat inap di rumah sakit, diantaranya termasuk 122 (31%) anak-anak yang tewas.

Hasil survey dari ahli dua negara tersebut menemukan, bahwa ada sekitar 204 (62%) yang kadar gula darahnya rendah saat menjalani rawat inap di rumah sakit, dan anak-anak yang meninggal itu semuanya disebabkan “keracunan leci.”

Melansir laman “India Times,” para orang tua di desa yang terjangkit penyakit tersebut menuturkan, setiap tahun antara Mei dan Juni, anak-anak kerap menyantap leci sampai kenyang, dan malamnya banyak di antara mereka yang tidak makan (nasi) lagi.

Muzaffarpur adalah daerah penghasil leci, sebagian besar korban adalah anak-anak dari keluarga miskin di wilayah penghasil buah leci ini. Anak-anak diketahui kerap memakan buah leci yang jatuh ke tanah.

Buah-buah leci itu mengandung racun yang menghambat kemampuan tubuh untuk memproduksi glukosa. Racun itu memengaruhi anak-anak yang memiliki kadar gula darah rendah karena rata-rata dari mereka hampir selalu tidak mengisi perut pada saat malam hari.

Para peneliti menemukan kaitan antara wabah penyakit yang menyebabkan pembengkakan otak dan kejang yang dialami anak-anak Karibia. Dan penyakit itu disebabkan oleh leci dari Afrika Barat.

Wabah tersebut disebabkan oleh buah ackee, yang mengandung hypoglycin, racun yang mencegah tubuh untuk menghasilkan glukosa. Dalam berbagai uji coba ditemukan bahwa sekitar buah leci juga mengandung racun yang sama.

Dalam kondisi perut kosong itulah, pada pagi hari mereka langsung menyantap buah leci. Alhasil, pada malam hari mereka terbangun dalam kondisi kesakitan sebelum mengalami kejang yang diikuti kehilangan kesadaran karena mengalami pembengkakan otak akut.

Temuan ini membuat para petugas kesehatan memberi tahu para orangtua untuk memastikan anak-anak mereka santap malam dan membatasi konsumsi buah leci. Anak-anak yang menderita gejala terkait dengan wabah tersebut harus cepat dirawat karena mengalami hipoglikemia, atau gula darah rendah.

Studi ini telah dipublikasikan di jurnal The Lancet edisi terbaru. (Epochtimes/Lin Cong Wen/joni/rmat)

Share

Video Popular