“Benua yang Hilang” Tiga Miliar Tahun Silam Ditemukan di Samudera Hindia

641
Hasil penelitian menegaskan, daratan atau benua di Afrika yang hilang tiga miliar tahun yang lalu ditemukan di pulau kecil di Mauritius, Samudra Hindia. (Video screenshot)

Sebuah studi terbaru menyebutkan, bahwa benua di Afrika yang hilang sekitar tiga miliar tahun silam ditemukan di pulau Mauritius, Samudra Hindia.

Dalam sebuah pernyataannya seperti dilanasir CBS News baru-baru ini, ahli geologi Lewis Ashwal dari University of the Witwatersrand,  Johannesburg, Afrika Selatan, mengatakan timnya menemukan kristal zircon berusia miliaran tahun di pulau Mauritius, Samudera Hindia. Sementara usia bebatuan lainnya di pulau tersebut tidak lebih dari 9 juta tahun.

“Di bebatuan berusia enam juta tahun di pulau Mauritius itu, peneliti menemukan zircon yang berusia miliaran tahun ini kemungkinan berasal dari sebuah benua,” ujar Ashwal.

Studi terbaru ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications edisi 31 Januari 2017.

Para peneliti menemukan zircon (batu mineral dengan beberapa macam warna) di Kepulauan Mauritius. (Video screenshot)

Menurut penjelasan tim peneliti dalam tayangan videonya, Bumi sejatinya terdiri dari dua bagian, yakni benua atau daratan yang lebih tinggi dari permukaan laut yang umumnya berusia lebih tua dari laut, ada yang bahkan berusia emnpat miliar tahun sejarahnya. Sementara bagian lainnya adalah basin yang tenggelam di bawah permukaan laut, usianya relatif lebih muda, dan ridges-punggung samudera juga terus terbentuk secara kontinyu.

Ahli geologi umumnya percaya bahwa pulau Mauritius terbentuk dari aktivitas gunung berapi dan berasal dari punggungan samudera, dengan kata lain pulau Mauritius tidak seharusnya muncul dalam batuan kerak yang lebih tua usianya di atas permukaan laut.

Penelitian terbaru memperkirakan bahwa ketika super benua Gondawa ini terbagi menjadi Benua Afrika, India, Australia dan Antartika 200 juta tahun silam, ada sebuah Benua ditinggalkan.

Setelah lama hanyut, benua yang dicampakkan ini kemudian diselimuti oleh lapisan lava dingin dari aktivitas gunung berapi dalam proses penampakannya kembali di Mauritius.

Setelah pengujian isotop, usia zirkon yang ditemukan itu diperkirakan berkisar antara 2,5 miliar – 3 miliar tahun.

Menurut Ashwal, bebatuan yang sedemikian tua ini seharusnya tidak muncul di pulau Mauritius, karena usia bebatuan di pulau tersebut maksimal hanya sembilan juta tahun sejarahnya.

“Menurut hasil penelitian, pembelahan atau pembagian super benua Gondwana, tidak sesederhana itu. Tetapi sebuah pemecahan atau pembagian yang kompleks, dan dalam proses evolusinya, mengakibatkan sebuah kerak benua yang cukup besar itu terapung ke basin Samudera Hindia,” jelas Ashwal. (Epochtimes/ Lin Yan/joni/rmat)