JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Soekarno Hatta berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis 4-Klorometkatinona/4-CMC atau Katinone sebanyak 50 liter. Narkoba cair yang dikirim dari Tiongkok ini melalui perusahaan jasa titipan.

“Bekerjasama dengan KPPBC Soekarno Hatta BNN mengamankan 10 orang yang diduga mengetahui dan terlibat langsung dalam proses pengiriman barang tersebut,” kata Kepala BIN Komjen Budi Waseso dalam keterangnnya, Kamis (2/2/2017).

Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi petugas KPPBC Soekarno-Hatta tentang adanya paket kiriman mencurigakan dari Tiongkok pada 13 Januari 2017.  Selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui paket kiriman tersebut berisi narkotika jenis katinone. Narkoba cair ini akan dikirim ke dua alamat berbeda di kaswasan Tangeran, Banten.

Tim BNN melakukan pengembangan dengan melakukan control delivery. Di lokasi pertama, tepatnya di Ruko Tol Boulevard, Blok C.15, BSD, Tangerang, Banten, petugas mengamankan 4  orang yang diduga melakukan pemesanan 25 liter katinone.

Keempat orang tersebut masing-masing T (27 Th, WNI, Pria, Kasir/Penerima Barang), R (36 Th, WNI, Pria, Sopir/Pengambil Paket), HP (76 Th, WNI, Pria, Pengambil Paket) dan DH (41 Th, WNI, Wanita, Manager).

Sementara itu, di lokasi kedua, yakni di Ruko Paramount 7CS, Jalan Gading, Serpong, Tangerang, Banten, petugas mengamankan 2  orang saksi bernama TA (22) dan S  (23) saat menerima paket kiriman berisi 25 liter katinone.

Dari hasil pemeriksaan para saksi, petugas berhasil mengantongi dua nama selaku pemesan Barang dari Tiongkok. Tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan E bersama dua lainnya melakukan pengecekan pengiriman barang di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/1/2017), sesaat setelah mendarat dari Singapura.

Sementara H berhasil diamankan petugas BNN di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, setibanya dari Singapura pada hari Rabu (18/1/2017). Atas perbuatannya para tersangka terancam pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (asr)

Share

Video Popular