Oleh Li Chen dan Lin Fan

Media corong Partai Komunis Tiongkok/PKT ‘Chaina Daily’ baru-baru ini memasang berita dalam bentuk iklan di bagian bawah dari sebuah halaman surat kabar ‘Washington Post’ dengan membayar sejumlah biaya yang tidak sedikit.

Adapun ‘iklan’ itu berisikan berita yang menyerang Shen Yun Performing Arts dan Falun Gong. Perkumpulan praktisi belajar Fa Falun Gong Washington DC sangat menyayangkan tindakan Washington Post yang karena mengejar keuntungan materi bersedia membantu PKT untuk berbuat kejahatan.

Perkumpulan praktisi belajar Fa Falun Dafa Washington DC pada Kamis (2/2/2017) menggelar konferensi pers di National Press Club untuk mengungkap isu iklan di Washington Post yang berisikan fitnahan terhadap Falun Gong dan Shen Yun.

Juru bicara Li Huitian mengatakan, “Hal ini menunjukkan bahwa PKT telah mengulurkan tangan penganiayaan terhadap Falun Gong ke luar negeri. Sedangkan Washington Post yang merupakan sebuah media AS yang dihormati telah mengkhianati kepentingan prinsip demi mengejar keuntungan materi, membantu rezim Tiongkok komunis yang jahat untuk berpropaganda di AS. Karena itu kami merasa sangat sedih.”

Penanggungjawab humas perkumpulan, Larry Liu mengambil contoh kasus yang terjadi saat usai Perang Dunia II mengatakan bahwa jangan sampai Washington Post kelak menghadapi situasi yang sama seperti perusahaan-perusahaan AS yang melakukan kerjasama bisnis dengan Nazi, kemudian menyesal atas perbuatan mereka sendiri yang memalukan itu.

Menurutnya, semasa Perang Dunia II, sejumlah perusahaan AS menggaet banyak keuntungan dari kerjasama bisnis dengan Nazi Jerman. Tetapi mereka menyesal usai perang. Bahkan di wilayah Jerman bagian timur yang dikuasai rezim komunis, saat itu banyak orang rela menjadi informan untuk membantu polisi melakukan pengawasan terhadap orang yang dicurigai.

Tetapi setelah tembok Berlin itu dirobohkan, mereka semua sangat menyesal dan merasa malu. Bahkan banyak dari mereka di kemudian hari tidak memperoleh pekerjaan untuk menyambung nafkah.

“Saya tidak berharap hal serupa terjadi di Washington Post,” kata Larry Liu mengingatkan.

Permintaan perkumpulan, “Kami hanya meminta Washington Post untuk meminta maaf atas tindakan yang membantu media ‘China Daily’ memfitnah Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts. Menghentikan propaganda PKT melalui iklan yang berbayar, dan menghapus semua konten online yang terkait.”

Sementara itu, mereka juga mengatakan bahwa akan mempertahankan hak untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

Menurut laporan, Perkumpulan praktisi belajar Fa Falun Dafa Washington DC. telah mengirim surat protes kepada penerbit dan pemilik media ‘Washington Post’ pada Rabu (1/2/2017).

PKT menggunakan strategi propaganda melalui iklan berbayar untuk mempengaruhi dunia Barat. ‘Financial Times’ mengutip analisa dari profesor ilmu politik Universitas George Washington, David Shambaugh memberitakan bahwa biaya propaganda PKT melalui pasang iklan di media luar negeri per tahun mencapai jumlah USD. 10 miliar.

Pada Desember tahun lalu, Obama telah menandatangani RUU untuk memerangi propaganda asing dan disinformasi yang ditujukan kepada PKT yang sering menyebarkan informasi mengandung opini publik yang salah.

Mantan Ketua Komisi Luar Negeri DPR-AS dan anggota senior Kongres AS, Ileana Ros-Lehtinen pada Kamis (2/2/2017)  mengutuk tindakan ‘Chaina Daily’ yang memanfaatkan ‘Washington Post’ untuk menyerang Falun Gong dan Shen Yun.

“PKT selain tidak menggunakan anggaran iklan tersebut untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi demi kemakmuran rakyatnya, malahan menggunakan dana itu untuk menyerang Falun Gong, kelompok orang-orang yang membawa kedamaian dan kebajikan. Tiongkok, negara yang (tampaknya) kuat begitu merasa tidak aman dengan kekuasaannya, adalah hal yang benar-benar memalukan,” kata Ileana.

Ketua CECC dan anggota senior Kongres AS, Chris Smith mengatakan, “Lengan panjang kediktatoran PKT dan semua propagandanya sudah tidak ada nilainya di pasar AS. Kita akan terus mengungkap dan mengutuk setiap tindakan PKT yang menghalang-halangi kebebasan untuk mengekspresikan perdamaian.”

Mantan pejabat senior FBI, Jay Brixey usai menonton pertunjukan Shen Yun di Washington DC pada 22 Januari 2017 mengatakan bahwa Shen Yun menyajikan tontonan yang mengandung tradisional Tiongkok, itu sangat penting khususnya untuk Tiongkok.

Dunia pasti akan merangkul Shen Yun yang begitu luar biasa dalam membawakan acara yang berintikan budaya Tiongkok yang ribuan tahun.

Seorang mantan pejabat senior Departeman Kehakiman dan Dewan Negara di jaman Ronald Reagen, ahli konstitusi AS bernama Roger Pilon, istrinya bernama Juliana Geran Pilon yang masih menjadi anggota senior di Akademi Alexander Hamilton yang mendalami peradaban Barat pada 22 Januari bersama menonton pertunjukan Shen Yun di Washington DC.

Usai menonton mereka mengatakan bahwa acara-acara dalam pertunjukan memberikan dampak positif yang cukup besar kepada dunia. Mereka juga mengangkat jempol menyatakan salut kepada Shen Yun atas keberaniannya dalam membongkar kelicikan komunisme untuk menghancurkan kebudayaan Tiongkok yang berusia lebih dari 5.000 tahun.

Shen Yun dalam situsnya menjelaskan bahwa pihaknya bebas dari kendali PKT. Misi mereka adalah membangkitkan budaya ilahi asli Tiongkok dan menyebarkannya ke seluruh pelosok dunia. Sejak PKT mengambil alih pemerintahan, selama lebih dari 60 tahun itu mereka merasa tidak aman, menganggap keharmonisan dunia dan budaya tradisional Tiongkok sebagai ancaman sehingga berusaha untuk menghancurkannya. (erabaru.net/sinatra/rmat)

Share

Video Popular