Oleh Huang Kaixi

Pendiri organisasi amal pada tahun lalu menemukan seorang balita laki-laki berusia 2 tahun di sebuah jalanan di Nigeria.

Balita yang dibuang orangtuanya itu telah 8 bulan menyambung hidup sendirian dengan mengandalkan sisa makanan dan minuman yang ia cari dari tumpukan sampah.

Setahun setelah balita diselamatkan, organisasi atau yayasan amal tersebut mempublikasikan foto terbaru yang menunjukkan balita laki-laki itu telah tumbuh dengan cepat, lebih ceria dan montok.  Kini, ia sudah disekolahkan dan bergembira bisa bermain bersama teman-teman sebayanya.

Anja Ringgren Loven, seorang wanita asal Denmark adalah pendiri yayasan amal yang menemukan balita laki-laki Nigeria itu pada 31 Januari tahun lalu.

Balita yang kurus kekurangan gizi itu lalu diberi nama Hope dan dibawa ke pusat perawatan yang terletak tidak jauh dari lokasi Hope ditemukan.

Anja Ringgren Loven mengatakan, Hope adalah salah satu dari begitu banyak anak-anak Afrika yang dibuang orangtua mereka karena dianggap sebagai anak inkarnasi dari roh jahat. Anja mendirikan yayasan amal tersebut sejak 2013 dalam rangka untuk membantu anak-anak yatim piatu atau yang dibuang oleh orangtua mereka.

Sewaktu ditemukan, Hope sudah berada dalam kondisi sangat lemah, tinggal kulit yang banyak bekas gigitan nyamuk membungkus tulang kecilnya. Anja kemudian membawa balita tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Pada awal perawatan dokter memberikan infus darah setiap hari serta obat untuk membersihkan sistem pencernaannya dari cacing-cacing parasit. Hal ini berlangsung sampai beberapa bulan lamanya.

Di hari penemuan Hope, Anja langsung menerbitkan sebuah berita di facebook dengan menyertakan foto Hope yang kurus kering, dan menghimbau masyarakat untuk memberikan sumbangan dana demi membantu Hope. Beberapa hari kemudian, yayasan menerima sumbangan dari masyarakat dunia hingga mencapai sekitar USD.1 juta.

Baru-baru ini, Anja Ringgren Loven kembali memuat foto dan berita Hope yang sudah  setahun perawatan, menyebutkan bahwa Hope yang sehat, berwajah ceria dan murah senyum sekarang sudah bersekolah dan hidup bersama keluarga barunya. Ia sering menari dan berjingkrak-jingkrak bersama teman sebayanya.

Saat ini, Hope yang dibuang karena dianggap “anak inkarnasi roh jahat” sudah tumbuh cepat menjadi anak yang sehat, tampan dan periang. Itu semua berkat kasih sayang dan rasa peduli yang diberikan para pekerja yayasan dan teman-teman sebaya lainnya.

Memberikan perhatian dan bantuan agar anak-anak memperoleh perhatian yang lebih penuh, perawatan medis, gizi yang cukup, bertempat tinggal yang layak dan pendidikan yang baik adalah tujuan dari yayasan yang dikelola Anja Ringgren Loven.

“Semoga saja, anak-anak asuhannya kelak tumbuh menjadi orang yang berguna dan bisa mandiri,” harap  Anja. (erabaru.net/sinatra/rmat)

Share

Video Popular