Barry White, Jr. adalah seorang guru kelas lima SD di Charlotte, Carolina Utara, setiap pagi ia selalu menyapa dan berjabat tangan dengan muridnya satu persatu dengan gerakan unik dan cara yang berbeda. Cara menyapanya yang unik ini membuat siswanya tertarik dan membangun keakraban yang kental di antara mereka.

Melansir laman ABC, sebagai seorang guru bahasa Inggris, White terinspirasi untuk melakukan jabat tangan dengan murid-muridnya setelah melihat pemain basket favoritnya yaitu LeBron James dari klub Cleveland Cavaliers. Karena idolanya itu melakukan hal yang sama dengan rekan-rekan timnya.

Setiap pagi sebelum proses belajar mengajar, White akan berdiri di depan pintu kelas, kemudian satu persatu muridnya melakukan salam unik itu sebagai ucapan selamat pagi. Barry mengaku aktivitasnya itu membuat dirinya lebih bersemangat, demikian juga dengan muridnya. Jabat tangan unik yang dilakukan Barry bukanlah hal gampang, dia harus mengingat berbagai tipe gerakan jabat tangan itu karena tiap murid memiliki cara berjabat tangan yang berbeda sesuai dengan karakternya masing-masing.

Barry memulai salam unik itu tahun lalu dengan seorang murid perempuan dari kelas empat. “Dia (siswa) menungguku setiap pagi sebelum masuk kelas, kadang malah dia dapat masalah karena terlambat masuk kelasnya,” kata Barry bercerita.

Awal 2017 Barry mulai mengajak murid kelas lima untuk membuat gerakan khusus saat berjabat tangan. Awalnya hanya satu atau dua murid yang bersedia, namun lama kelamaan aksi tersebut jadi menular ke siswa yang lain. Semakin banyak siswa yang mulai mengikuti cara salam unik ini. Sekarang tidak hanya segenap siswa di kelasnya itu yang berjabat tangan dengannya, murid dari lain kelas juga mulai ikut serta, bahkan murid kelas 3 juga menunggu untuk melakukan cara salam yang unik itu.

Bagaimana ia ingat begitu banyak tindakan yang berbeda? White mengatakan itu seperti memori otot (setelah aksi yang sama berulang kali, otot-otot akan membentuk refleks AC) sama. Dia tahu bahwa anak tertentu akan memiliki tindakan tertentu, karena dirancang khusus untuk individu

White mengatakan gerakan-gerakan itu membuat hubungan yang akrab antara dirinya dengan para murid. Dia berharap keakraban ini bisa menjalar ke seluruh kelas lima.

Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik dengan cara White dalam menyemangati murid-muridnya. Meaghan Loftus, kepala sekolah tersebut mengatakan, bahwa satu-satunya cara untuk membantu siswa mencapai hasil yang baik adalah membangun hubungan yang akrab dan bermakna, dan (cara) pendekatan White itu memang telah membangun hubungan yang solid dan saling percaya.

“Ketika anak-anak tahu bahwa guru mereka itu peduli, mereka akan memperhatikan dan berkonsentrasi, serta terpacu untuk maju sampai berhasil,” pungkas Loftus.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular