Shoushan (gunung panjang umur yang terletak di sisi barat daya kota Kaohsiung) pernah dijadikan daerah larangan untuk dikunjungi warga Kaohsiung Taiwan.

Tetapi sejak 1989, pihak militer secara bertahap mulai melepas pengendalian dengan membebaskan larangan memasuki hutan lindung. Kemudian Pemda menyelesaikan pembuatan jalan setapak dari bahan kayu untuk para pendatang dengan maksud menjadikan Shoushan sebagai salah satu objek wisata di Taiwan.

Setiap tahunnya, tidak kurang dari jutaan wisatawan termasuk para pendaki gunung mengunjungi Shoushan. Apakah Anda tahu asal nama Shoushan?

Shoushan selain terkenal dengan kera jenis Makaka yang sudah lama menghuni daerah itu, tanah subur di sana juga ditumbuhi berbagai jenis tanaman dan sejumlah kisah yang menyentuh hati.

Shoushan dahulu bernama Tzaishan, terletak di barat daya pesisir kota Kaohsiung. Gunung tersebut disebut-sebut sebagai penghalang alami yang melindungan Kaohsiung dari serangan badai laut.


Jenis kera ini menjadi penghuni di hutan Shoushan. (internet)

Di atas gunung yang sebagian besar terdiri dari terumbu karang dan batu gamping, selain terdapat banyak gua alami yang menjadi sasaran pencapaian oleh para pendaki, di puncak gunung juga terdapat sebuah tempat rekreasi bernama Taman Shoushan yang dapat digunakan untuk melihat pemandangan kota Kaohsiung di waktu siang maupun malam hari. Termasuk menikmati terbenamnya matahari di Siziwan (Teluk Sizi).

Konon sekitar 500 tahun yang lampau, seorang bajak laut terkenal jaman Dinasti Ming bernama Lim To Khiam yang merajalela di sepanjang pesisir Tiongkok bagian tenggara melarikan diri ke Pulau Taiwan saat dikejar pasukan Dinasti Ming.

Dalam pelariannya itu, Lim To Khiam menanam seluruh hasil jarahannya yang berupa harta emas dan perak di Gunung Shoushan tersebut yang ketika itu lebih dikenal dengan nama Dagoushan (gunung berburu anjing). Sehingga gunung yang terkenal dengan banyak menyimpan harta karun hasil perompakan masih terus menjadi bahan perbincangan orang hingga saat ini.

Selain mengeksplorasi misteri Shoushan, perairan pesisir sisi barat daya, karena adanya penghalang alami, di sana kaya dengan ekologi akuatik. Ikan, kerang sampai planton-planton langka hidup di perairan yang termasuk daerah yang jarang penduduknya menjadi menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Di musim semi ini, Shoushan National Park meluncurkan kegiatan perjalanan petualangan  yang dikombinasikan dengan acara melihat pemandangan laut dari tepi tebing.

Kegiatan akan dimulai pada 4 Maret dari pukul 09.00  sampai pukul 17.00 waktu setempat. Panitia penyelenggara akan membawa peserta untuk mengeksplorasi misteri dengan kekuatan kaki sendiri, menikmati pemandangan alam gunung yang dijuluki sebagai paru-paru kota Kaohsiung.

Panitia juga berencana mengunjungi bagian selatan dari Shoushan untuk  memberikan kesempatan kepada peserta berinteraksi dengan kera-kera yang banyak di sana. Kemudian berjalan melalui jalan setapak menerobos hutan yang rimbun menuju bagian pantai barat Shoushan untuk melihat matahari terbenam. Bagi yang berminat bisa membuka situs resmi Taman Nasional tersebut untuk memperoleh informasi lebih jauh.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular