Oleh: Li Tianxiao

Pada 25 Januari lalu menjelang tahun baru Imlek, Pengadilan Tertinggi dan Kejaksaan Tertinggi Partai Komunis Tiongkok/PKT tiba-tiba saja mengumumkan yang disebut sebuah “penafsiran yudisial”, dengan memaparkan 12 jenis kejahatan.

“Penafsiran” ini meskipun tidak secara langsung menyinggung soal Falun Gong, tapi kejahatan yang dipaparkannya semua merefleksikan kondisi praktisi Falun Gong melakukan klarifikasi fakta. Ini jelas bertujuan untuk menjebak praktisi Falun Gong.

Pada 1999 dan 2001, “dua instansi tertinggi” itu juga pernah melakukan yang disebut “penafsiran yudisial” atas instruksi dari Jiang Zemin, yang kala itu menjabat sebagai pimpinan PKT, terkait penindasan terhadap Falun Gong.

Setelah bertahun-tahun membisu, mengapa tiba-tiba “kedua institusi tertinggi” ini membangkitkan kembali “penafsiran yudisial” menjelang tahun baru Imlek?

Ada dua alasan utama “kedua institusi tertinggi” ini buru-buru melakukan “penafsiran yudisial” sebelum tahun baru Imlek. Pertama, pimpinan tertinggi kedua institusi yakni Zhou Qiang dan Cao Jianming merasa sangat ketakutan akan kejahatan yang telah mereka perbuat. Kedua, baik Zhou maupun Cao telah melihat dan memanfaatkan saling keterkaitan antara penindasan Falun Gong dan mempertahankan kekuasaan PKT.

Ketakutan akan ditangkap pada diri Zhou Qiang dan Cao Jianming berasal dari banyak sisi. Di satu sisi karena Zhou Qiang dan Cao Jianming adalah orang dari kubu Jiang. Orang-orang PKT bisa tergabung di dalam kubu Jiang, selain karena mereka semua adalah pejabat korup, juga karena semua adalah pelaku yang terlibat langsung dalam penindasan Falun Gong. Dengan kata lain, setiap orang yang terkait dengan kubu Jiang berarti berhutang darah pada praktisi Falun Gong.

Zhou Qiang dan Cao Jianming dipromosikan oleh kubu Jiang karena menindas Falun Gong, dan telah menjadi perwakilan dari kubu Jiang di bidang politik dan hukum. Dalam aksi pemberantasan para harimau (koruptor), kubu Xi Jinping mengambil tindakan pemberantasan korupsi dan penegakan kedisiplinan untuk menangkap para anggota dari kubu Jiang.

Mungkin baik Zhou maupu Cao telah merasa bahwa Komisi Kedisiplinan Pusat tengah merencanakan penangkapan terhadap mereka (mungkin dengan tuduhan korupsi, mungkin juga pelanggaran kedisiplinan), dan mungkin akan bertindak berdekatan dengan tahun baru Imlek, jadi buru-buru mengambil tindakan ofensif.

Di sisi lain mungkin juga sebagai akibat dari ketakutan Zhou dan Cao yang telah melakukan penentangan perintah (dari Xi) di kedua institusi tersebut. Di sini ada satu alasan yang sangat konkrit. Xi Jinping menuntut agar baik Pengadilan Tertinggi maupun Kejaksaan Tertinggi untuk “Jika ada kasus, harus diperiksa”.

Tapi hingga saat ini di kedua institusi itu terdapat lebih dari 200.000 kasus praktisi Falun Gong yang menuntut Jiang Zemin namun belum diproses dan sudah tertunda hampir dua tahun. Satu kasus pun belum ada yang diperiksa. Ini jelas-jelas melanggar perintah dan melanggar kedisiplinan, dan pasti akan menjadi sasaran untuk dimintai pertanggung jawaban.

Baik Zhou dan Cao berupaya mencari alasan untuk tidak memproses kasus pengaduan tersebut agar dapat meloloskan diri. Jadi berniat meneruskan “penafsiran yudisial” ini menindas Falun Gong, dan menyeret lebih banyak orang lagi terlibat dalam penindasan ini. Dengan kata lain “memercikkan darah” ke semua orang agar mereka sendiri terhindar dari penangkapan, ini adalah cara keji mereka sekali tepuk dua nyamuk kena.

Satu lagi asalan yang membuat Zhou Qiang dan Cao Jianming ketakutan adalah kekuatan menentang penindasan Falun Gong dari dalam maupun luar negeri yang terus membesar.

Selama 17 tahun terakhir berbagai kegiatan yang dilakukan oleh praktisi Falun Gong di Tiongkok, di antaranya menyebarkan brosur, CD, uang kertas dan berbagai media lainnya, telah membuat masyarakat banyak mengetahui akan fakta sebenarnya penindasan oleh kubu Jiang Zemin terhadap Falun Gong.

Di dunia internasional, lantaran kegigihan praktisi Falun Gong dalam klarifikasi fakta, banyak negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan lain-lain mulai mengecam penindasan oleh PKT terhadap Falun Gong, termasuk kejahatan perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular