Kim Jong-un Utus Intel ke Eropa Awasi Gerak Gerik Pamannya

395
Kim Jong-un dan pamannya Kim Pyong-il. (internet)

Oleh Xu Jiadong

Media AS, ‘International Business Times’ mengutip laporan sebuah koran Korea Selatan beberapa waktu lalu, memberitakan bahwa, Kim Jong-un telah mengutus seorang pejabat senior dari Dinas Keamanan Nasional (lebih cenderung badan intel Korut) pergi ke Republik Ceko.

Utusan itu bertugas untuk memantau gerak gerik Duta Besar Korut untuk Ceko Kim Pyong-il yang juga adalah paman Kim Jong-un.

Kim Pyong-il adalah saudara lain ibu dari Kim Jong-il, ayah Kim Jong-un. Akibat ia dilaporkan berwajah lebih mirip dengan Kim Il-sung (kakek Kim Jong-un), ia jadi lebih populer, disukai oleh warga Korea Utara.

Seorang sumber asal think tank Korea Selatan dalam penjelasannya kepada media ‘Chosun Ilbo’ mengatakan, “Wajahnya yang lebih mirip dengan Kim Il-sung itu jelas menjadi ancaman besar bagi Kim Jong-un. Karena Jong-un sendiri selama ini terus berusaha untuk menggaet simpati rakyatnya melalui meniru gaya almarhum kakeknya. Karena itu, rezim mengutus seorang pejabat senior dari dinas keamanan pergi ke Praha untuk memantau gerak-geriknya.”

Dikabarkan bahwa sejak 2014 diutus menjadi ketua misi diplomattik Korut di Warsawa, Polandia, Kim Pyong-il diangkat menjadi Duta Besar Korut untuk Republik Ceko pada awal 2015.

Kabarnya, Kim Pyong-il sudah 16 tahun di Polandia menjabat berbagai tugas yang diberikan pemerintah Korut. Dan ia sudah memiliki jaringan hubungan diplomatik yang cukup luas.

Dubes berusia 62 tahun tersebut pernah mengalami gesekan politik dengan Kim Jong-il saat masih hidup. Gara-gara itu. ia setengah dibuang ke luar negeri oleh Kim Jong-il.

Selama 38 tahun setengah dibuang di Eropa, ia mengemban berbagai tugas politis termasuk yang sebelumnya di Hungaria dan Finlandia.

Media Hongkong ‘Asia Week’ pada November tahun lalu memberitakan, masyarakat Korea Utara mengharapkan Kim Pyong-il menggantikan kedudukan Kim Jong-un, karena ia berpandangan netral, tidak pro AS maupun Tiongkok. Pandangan tersebut dinilai lebih menguntungkan Korea Utara, karena dapat bebas berhubungan dengan kedua negara itu.

Menurut laporan yang dikutip dari media Korea Selatan menyebutkan bahwa pejabat senior Korea Utara sedang memantau gerak-gerik Kim Pyong-il. Mereka terpaksa melakukan instruksi dari pemimpin tertinggi itu karena ada ancaman dihukum mati.

Namun, seorang pembelot asal Korut saat itu mengatakan, besar kemungkinan rakyat Korut memahami hal tersebut.

Pembelot tersebut kepada ‘Korea Times’ di Seoul mengatakan, “Saya pernah mendengar bahwa wajah Kim Pyong-il cukup mirip Kim Il-sung. Itulah sebabnya kedengkian muncul dalam hati Kim Jong-un. Tetapi, masyarakat tidak tahu keberadaannya, karena keterbatasan informasi yang memang sengaja diblokir pemerintah Korut”.

Pada Desember 2013, Jang Song Thaek dituduh mengkhianati negara oleh keponakannya sendiri Kim Jong-un. Saat itu Pyongyang juga menuduh Jang melakukan kudeta dan harus mempertanggungjawabkan kegagalan reformasi mata uang Korea Utara. Dengan tuduhan yang sulit dibuktikan itu Jang tetap dieksekusi mati. (sinatra/rmat)