Baru-baru ini, 40 orang ahli pendidikan anak, psikolog dan menulis surat bersama ke “The Guardian”, menyerukan kepada pemerintah Inggris menekankan pentingnya bahaya produk elektronik layar yang merusak perkembangan fisik dan mental anak-anak, sehingga masa kecil mereka semakin teracuni.

Para ahli merekomendasikan bahwa pemerintah dan para Menteri menetapkan dedikasi untuk memantau menilai dampak dari semua kebijakan pemerintah tentang kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, pada saat yang bersamaan meminta pemerintah segera mengambil tindakan: terhadap anak yang berusia diantara 3-7 tahun, melakukan penelitian dan pengembangan berfokus pada perkembangan emosi, sosial, dan modus aktivitas permainan outdoor terhadap anak TK, terhadap anak-anak di bawah usia 12 tahun terhadap produk teknologi berbasis layar elektronik, untuk mengembangkan seperangkat pedoman.

Surat bersama tersebut mengatakan, bahwa mereka pada 10 tahun yang lalu telah menulis surat kepada media tentang masalah “keracunan masa kanak-kanak” (Toxic childhood), yang disebutkan dalam surat tersebut adalah masalah kurangnya kegiatan di luar ruangan, dan semuanya berbasis pada gaya hidup elektronik layar, sistem pendidikan yang kompetitif, serta komersialisasi pada kanak-kanak dan faktor-faktor lain, berbahaya bagi kesehatan dan kesejahteraan dari anak.

Meskipun masyarakat luas prihatin tentang masalah ini, tetapi pemerintah tidak tertarik untuk menindak lanjutkan kebijakan tentang masalah ini, kurangnya perencanaan jangka panjang, dan topik yang lari, tidak dapat secara efektif memecahkan masalah, sehingga faktor-faktor risiko di atas masih mempengaruhi kesehatan mental dan fisik anak, seperti masalah obesitas terus meningkat, masalah kesehatan mental anak-anak dan orang muda mencapai tingkat risiko yang berbahaya, selain menyebabkan penderitaan yang parah untuk keluarga, dalam jangka panjang terhadap masyarakat secara keseluruhan jelas ada konsekuensi negatif.

Sue Palmer salah seorang menandatangani surat dan penulis “keracunan masa kanak-kanak” (Toxic Childhood) mengatakan bahwa jika anak-anak ingin bertahan hidup dalam lingkungan masa depan yang mendorong, selain kebutuhan material, masih ada dua elemen: cinta dan permainan. Tapi sekarang budaya konsumen membuat orang dewasa menjadi bingung menggabungkan dua elemen ini dengan yang dapat dibeli ditoko menjadi satu.

Dia mengatakan bahwa kita terobsesi ingin mengajar segala sesuatu yang mereka perlu tahu, tetapi ada beberapa hal yang tidak bisa diajarkan, seperti disiplin diri dan ketangguhan, yang hanya dapat dikembangkan dari pengalaman pribadi.

Prof.Richard House ahli psikologi dan pendidikan salah seorang penandatangan bersama mengatakan, “keracunan masa kanak-kanak” sekarang masalahnya lebih serius lagi, masalah mental kesehatan dan perilaku pada anak-anak telah mencapai tingkat rekor. Politisi dan pembuat kebijakan harus malu dan melakukan sesuatu yang konkret dan hal bermakna. Jika tidak, maka ketika sejarawan masa depan melihat kembali sejarah ini, maka akan menyebut keadaan sekarang sebagai era “politik pelecehan anak (child abuse Political)”.

Sepengetahuan saya, sebenarnya YouTube juga sudah konsen, kok, dengan masalah ini. Jadi bisa meminimalisir pengguna pemula atau anak-anak untuk tidak melihat video adegan dewasa atau pornografi dengan adanya filter konten video pornografi.

Sedikit tips bagi pengakses youtube, kita bisa langsung mengaktifkan mode keamanan yang ada pada bagian paling bawah di situs YouTube, setidaknya agar anak tidak terpapar konten-konten yang tidak sesuai umurnya. Caranya?

1. Buka youtube.com

2. Pilih tiga titik di pojok kanan atas

3. Pilih setting/setelan, lalu pilih umum/general,

4. Pilih restricted mode/mode terbatas

5. Youtube akan memblokir video-video porno.

Share
Kategori: KELUARGA

Video Popular