Pejabat Imigrasi KBRI Malaysia Ditetapkan Tersangka Suap

216
Ilustrasi hukum (Shutterstock*)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Dwi Widodo pejabat atase imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia sebagai tersangka suap. Pada kasus yang menjerat DW, disangka menerima suap Rp 1 miliar.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan penetapan tersangka setelah pengembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait proses penerbitan paspor Republik Indonesia dengan metode reach out tahun 2016 dan proses penerbitan calling visa tahun 2013 sampai dengan 2016.

“Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status kasus tersebut ke penyidikan dan menetapkan DW (Atase Imigrasi pada Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Malaysia) sebagai tersangka,” katanya dalam keteranganya di KPK, Selasa (7/2/2017).

Tersangka DW selaku  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang menjabat sebagai Atase Imigrasi pada Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Malaysia diduga menerima hadiah atau janji. Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya terkait proses penerbitan paspor Republik Indonesia dengan metode reach out tahun 2016 dan proses penerbitan calling visa tahun 2013 sampai dengan 2016.

Atas perbuatannya tersebut, DW disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (asr)