Target Trump Berikutnya adalah Menekan Harga Jual Obat-Obatan

150
Trump hendak bernegosiasi dengan para industriawan farmasi AS untuk menekan harga jual obat-obatan. (Fotolia)

Oleh Zhang Ting

Presiden Trump dalam wawancara dengan Fox News yang disiarkan pada Selasa (7/2/2017) mengatakan bahwa target kerja berikutnya adalah bernegosiasi dengan para industriawan farmasi AS untuk memungkinkan mereka menurunkan harga jual obat-obatan.

“Akibat kita membayar terlalu banyak (biaya). Kita adalah pembeli obat terbesar di dunia. Namun, mereka (pemerintah sebelumnya) tidak melakukan negosiasi,” kata Trump.

Dalam wawancara dengan ‘Washington Post’ Trump pernah mengatakan bahwa, ia menghendaki perusahaan farmasi dapat melakukan negosiasi langsung dengan pemerintah soal harga jual obat-obatan yang disalurkan untuk kebutuhan Medicare (Askes) dan Medicaid (perawatan kesehatan). Selain itu Trump juga berencana untuk meminta kesediaan mereka untuk menekan harga jual.

Laporan mengutip ucapan Trump menyebutkan bahwa perusahaan farmasi raksasa AS  tersebut sebelumnya telah memperoleh perlindungan secara politik, tetapi sekarang sudah tidak lagi.

Trump yang yakin terhadap kemampuan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan besar AS dalam wawancara itu mengatakan, dana yang bisa dihemat perlu dihemat.

“Coba Anda lihat soal kontrak pembelian pesawat (untuk Departemen Pertahanan AS), kita bisa menghemat sampai USD 600 juta untuk membelinya. Maka dari itu saya lakukan,” kata Trump.

Setelah Trump bernegosiasi dengan perusahaan pembuat pesawat militer Lockheed Martin, akhirnya Dephan AS bisa membeli sebuah pesawat tempur F-35 dengan harga di bawah USD 100 juta. Mampu menghemat sampai USD 600 juta untuk kontrak pembelian 90 buah pesawat jenis itu.

BBC melaporkan, sebelum pelantikan, Trump sudah mengkritik soal mahalnya harga jual F-35. Pejabat berwenang perusahaan Lockheed Martin menanggapinya dengan mengatakan, “Campur tangan langsung Presiden Trump dalam negosiasi harga F-35 membuat kita dapat lebih fokus dalam masalah menekan harga.”

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump juga mengatakan bahwa ia tetap optimis meskipun di luaran banyak terdengar kritikan terhadap dirinya.

“Saya percaya hal itu akan berhasil (membuat kritikan lenyap). Saya pikir kinerja akan melakukannya, apalagi setelah perusahaan-perusahaan besar itu kembali di AS, maka hal itu bisa terwujud. Ya, saya kira saya mampu melakukannya dan tidak ada masalah,” kata Trump. (Sinatra/rmat)