Tahun Baru secara tradisional merupakan waktu untuk merefleksikan kehidupan yang telah berlalu dan perubahan yang ingin kita lakukan. Tetapi berapa kali dengan antusias kita memutuskan untuk menurunkan berat badan, berhenti merokok, bertemu pasangan ideal atau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, hanya karena kecemasan dengan segera niat baik tersebut menjadi gagal dan kita menjadi frustasi. Dan kebiasaan lama datang kembali dengan sepenuh hati.

Mengapa hal ini terjadi?

Ini adalah pertanyaan yang memicu Clayton John Ainger melakukan eksplorasi pada kehidupan pribadinya, mulai dari deraan depresi, utang dan perceraian hingga menulis buku terlaris, menjadi pembicara dan konsultan bisnis internasional untuk perusahaan multinasional.

Harus punya kesadaran

Clayton John Ainger selalu terpesona mengapa orang mengalami hal yang negatif. “Pasti ada alasan yang mendasarinya,” katanya dalam sebuah wawancara telepon.

Memahami hal yang negatif merupakan respons alami dan normal dari tubuh, yaitu suatu pesan bahwa ada sesuatu yang tidak beres – atau yang dianggap sudah seharusnya demikian- telah memungkinkan Clayton John Ainger menghadapi ketakutan dan mengubah hidupnya.

Hal yang negatif dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memacu, bukannya menghambat, kata Clayton John Ainger. Bila kita sudah tidak puas karena tidak ada perubahan hidup berarti kita benar-benar dapat hidup lebih baik.

Tetapi bagaimana suasana hati yang buruk dapat memotivasi? Tentu saja wajar jika ingin melupakan masalah, suasana hati menjadi “mendung”, mencoba untuk mengabaikannya, dan minum beberapa gelas arak?

Masyarakat mengatakan bahwa hal yang negatif adalah buruk dan harus dibendung. Namun hal tersebut tidak memberi hasil, kata Clayton John Ainger. Jika kita tidak ingin menjadi takut dan cemas, maka kita jangan melakukan hal yang akan menyebabkan kita menjadi takut atau cemas. Sembilan puluh persen negativitas adalah menghidupkan kembali ketidaksadaran dari peristiwa masa lalu, yang menyebabkan rasa takut, marah, sedih dan sebagainya muncul kembali.

“Kita harus menerima ketakutan dan kecemasan tersebut untuk melakukan sesuatu terhadapnya. Jika tidak, maka ketakutan dan kecemasan sering datang kembali dengan ancaman yang lebih besar, karena kita tidak meluangkan waktu untuk mempelajari apa penyebab ketakutan dan kecemasan tersebut,” kata Ainger.

Menyadari hal yang negatif, mengakuinya, menolaknya, menerimanya dan mengambil tindakan yang berbeda – inilah yang dipelajari Clayton John Ainger saat beliau sangat terpuruk 12 tahun yang lalu dan mencapai puncak kemenangan pada penerbitan bukunya The Ego’s Code yang mendapat penghargaan.

Sekarang Clayton John Ainger membina nasabah perorangan dan perusahaan, dan membantu orang mengubah kehidupannya dan meningkatkan dampak komersial.

Salah satu perusahaan melihat peningkatan 40 persen kontrak kerja setelah bekerjasama dengan Ainger. Perusahaan lain meningkat pendapatannya, sementara perusahaan yang lain melihat kohesi dan kolaborasi tim tumbuh secara eksponensial.

“Awalnya saya sangat takut menawarkan pekerjaan saya kepada dunia. Kebanyakan karena masalah kelayakan dan mengatasi ketidaklayakan, jadi saya benar-benar mempraktekkan apa yang saya khotbahkan. Sungguh penting bagi saya untuk melakukannya,” kata Ainger.

Salah satu klien Jerman ingin membangun sebuah bisnis yang besar dari bawah ke atas, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Kekhawatiran si klien adalah ia tidak layak untuk sukses, tidak mampu melakukan hal tertentu dan tidak akan mendapat banyak uang. Dengan bantuan Ainger, si klien menghadapi dan menerima kekhawatirannya. Kini usahanya berkembang.

“Si klien mengatakan kepada saya, ‘Sekarang saya punya hubungan yang sangat menakjubkan dengan suami dan teman-teman saya karena saya lebih banyak melibatkan diri dalam hubungan tersebut’,” kata Ainger.

Klien lain adalah pengusaha dari Amerika Serikat, memiliki banyak tantangan selama bertahun-tahun dengan ayahnya, yang dipicu oleh perkataan negatif si ayah kepadanya. Ainger memberinya teknik yang mudah dilakukan untuk menghadapi ayahnya di sebuah pertemuan Thanksgiving. Pertama, si klien mengucapkan terima kasih kepada ayahnya yang telah memberitahu apa yang si ayah rasakan dan si klien bertanya apa yang ayah butuhkan darinya. Setelah mendengarkan jawaban si ayah, si klien merespons perasaannya mengenai apa dikatakan ayahnya dan apa yang si klien butuhkan. Untuk pertama kalinya, si klien dan ayahnya mampu bercakap-cakap bersama.

Si klien pernah mencoba untuk berpikir positif di masa lalu, namun tidak pernah berhasil.

Kenapa tidak berhasil?

“Berpikir positif tidak memberi hasil,” kata Clayton John Ainger. Contohnya, berpikir optimis untuk mendatangkan uang, mencari pekerjaan baru tidak akan memberi hasil jika perasaan kita tidak selaras dengan pikiran kita dan kita tidak merasa layak dengan pekerjaan tersebut.

Perubahan adalah mungkin dilakukan setiap saat dalam kehidupan.

Neuroscience menjelaskan proses di otak dengan teori Hebbian: “sel-sel saling berhubungan dan dirangsang”. Ketika kita mengubah pola pikir kebiasaan dan bertindak dengan cara yang berbeda, maka jalur saraf di otak diubah, demikian juga pada orang dewasa, teori Hebbian membongkar keyakinan yang dianut sebelumnya bahwa kepribadian seorang anak tidak dapat diubah sejak usia 7 tahun dan seterusnya.

Ulangi pengalaman baru lagi dan lagi akan memadatkan jalur saraf yang telah diubah, memudarkan jalan jalur saraf sebelumnya.

Tidak mengalahkan diri sendiri adalah langkah pertama. “Anda harus bersikap baik kepada diri sendiri, Anda harus menghormati diri sendiri, dan ketika Anda mulai melakukan hal tersebut maka Anda melihat orang lain akan baik terhadap Anda,” kata Ainger.

3 Langkah mengusir hal negatif setiap hari

Ainger menganjurkan:

1. Luangkan 15-20 menit untuk diri sendiri – Misalnya, meditasi, atau berada di alam atau di pusat kebugaran, apa pun yang terbaik untuk Anda. Meningkatkan kesadaran dan mengakui hal yang negatif dalam pikiran Anda, dan melihatnya sebagai dorongan untuk melakukan perubahan.

Menerima pikiran dan perasaan yang negatif. Membuat pilihan secara sadar bagaimana Anda ingin menanggapinya, bukannya bereaksi dengan cara yang membahayakan Anda atau orang lain. Mengambil tindakan positif untuk melepaskan kekuatan negatif atas diri Anda. Jika rintangannya terlalu besar atau Anda terlalu sibuk untuk berurusan dengannya, maka ambil langkah mundur, catat reaksi Anda dalam sebuah buku dan Anda akan bertindak nanti pada waktu yang tepat. Fokus pada satu masalah pada suatu waktu.

2. Setiap hari melakukan satu hal yang Anda sukai, yang membuat hati Anda bernyanyi.

3. Teknik WIN – Melakukan teknik ini supaya menjadi tenang dan fokus setiap kali sebelum Anda menghadapi situasi yang menantang atau melakukan percakapan yang sulit yang dapat memicu Anda melakukan hal yang negatif:

W: Walk and breathe (berjalan dan bernapas) – Napas dalam dan tahan napas setelahnya akan membantu Anda supaya menjadi tenang, membaca situasi dengan jelas. Berjalan membentuk angka delapan untuk merangsang kedua sisi otak – kreativitas dan logika.

I: Intention (niat) – Saat Anda berjalan, fokus pada niat dan hasil terbaik dari situasi.

N: Nail it (rayakan) – Melakukan, berhasil dan merayakan! Begitu banyak orang dengan cepat pindah ke hal berikutnya tanpa berpikir apa yang baru saja diraihnya. Merayakan prestasi akan membantu Anda mendapatkan harga diri. Jika Anda menghargai diri sendiri, orang lain secara otomatis akan melakukan hal yang sama.(Epochtimes/Rosemary Byfield/Vivi)

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular