Militer AS sedang mencoba mencari tahu bagaimana sebuah drone milik angkatan darat jarak pendek itu bisa jatuh di kejauhan 600 mil dari pangkalan militer, karena jarak terbang drone tersebut telah melampaui batas terbang maksimum dalam jangkauan normal.

Melansir laman CBS News dan Daily Mail.co.uk, pada 31 Januari lalu, sebuah drone pengintai type RQ-7Bv2 seharga 1,5 juta dolar AS hilang dari pangkalan militer Fort Huachuca, Arizona.

Sekitar dua minggu kemudian drone itu ditemukan tergantung di atas pohon sejauh 600 mil dari pamgkalan militer di Colorado.

Saat ini, pihak militer sedang menyelidiki bagaimana pesawat tak berawak itu bisa terbang di luar batas jarak tempuhnya hingga sampai ke sana.

Para pejabat di pangkalan militer Fort Huachuca, Arizona seperti dilansir CBS News, mengatakan, bahwa Kamis lalu, seorang pejalan kaki melihat drone tersebut di pegunungan sebelah barat Denver, Colorado.

Pesawat itu ditemukan tergantung di atas pohon, dan salah satu sayapnya juga hilang. Lebar sayap Shadow UAV ini sekitar 20 kaki saat dibentangkan, dan berat sekitar 450 pon.

31 Januari lalu, drone pengintai ini terbang dari Hubbard Landing Zone di pangkalan militer Fort Huachuca untuk latihan militer bersama dengan pasukan dari pangkalan bersama Lewis-McChord dari negara bagian Washington.

Tak lama kemudian, operator kehilangan kontak dengan drone, dan tak ditemukan setelah dilakukan pencarian rutin. Menurut pihak militer, pesawat tak berawak itu mungkin telah jatuh di suatu tempat.

Menurut data referensi dari produsen pesawat Textron System, Shadow UAV mampu melakukan kontak nirkabel dengan operator dalam batas jangkauan sekitar 78 mil. Sementara waktu penerbangan dapat berlangsung sekitar 8 – 9 jam.

Menurut keterangan CBS, itu adalah sebuah drone dengan sistem pengintai jarak pendek, mampu terbang sekitar 134 mil. Terkait bagaimana drone itu bisa terbang di luar jangkauan 600 mil, hingga saat ini masih misteri.

Para pejabat militer terkejut mengetahui pesawat itu ditemukan sekitar 600 mil dari Pangkalan Militer Fort Huachuca, karena jarak terbang drone tersebut jauh di luar jangkauan terbangnya, demikian dilansir dari “Daily Mail”. (Epochtimes/huang xiao-yu/joni/rmat)

 

Share

Video Popular