Kehamilan tidak hanya mempengaruhi tubuh wanita: Penelitian baru menunjukkan kehamilan juga mempengaruhi  perubahan  otak pada wanita.

Ketika peneliti membandingkan citra (scan) otak wanita sebelum dan setelah kehamilan, peneliti melihat beberapa perbedaan di 11 lokasi di otak. Peneliti juga menemukan petunjuk bahwa perubahan tersebut untuk mempersiapkan si ibu.

Misalnya, perubahan tersebut membantu ibu memahami kebutuhan bayinya, demikian penjelasan Elseline Hoekzema, penulis penelitian di Universitas Leiden di Belanda.

Para wanita tersebut juga diuji memori, dan tidak menunjukkan tanda penurunan memori.

Hoekzema, ahli neuroscience, mulai meneliti ketika berada di Universitas Autonomous Barcelona, Spanyol. Ia dan rekan menyajikan hasil penelitian berupan makalah yang dirilis dalam jurnal Nature Neuroscience.

Penelitian ini mencakup data 25 wanita Spanyol yang dilakukan scan sebelum dan setelah kehamilan pertamanya, bersamaan dengan 20 wanita yang tidak hamil selama penelitian. Perubahan otak pada kelompok wanita hamil muncul dari hasil perbandingan kedua kelompok wanita tersebut.

Hasilnya konsisten: Sebuah program komputer dapat membedakan mana wanita yang sedang hamil hanya dengan melihat hasil scan MRI.

Dan perubahan otak tersebut, pertama kali didokumentasikan rata-rata 10 minggu setelah melahirkan, yang sebagian besar masih menetap selama dua tahun setelah melahirkan, di mana ada 11 peserta penelitian yang ditindak-lanjuti.

Perubahan pada otak berkaitan dengan aktivitas sebagai ibu: Tidak ada perubahan otak yang terlihat pada pria sebagai ayah untuk pertama kali.

Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, peneliti berpikir perubahan otak terjadi selama kehamilan daripada setelah melahirkan.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Hoekzema dan rekan berpikir bahwa perbedaan hasil dari hormon seks yang membanjiri otak wanita hamil. Dalam 11 lokasi di otak, data MRI menunjukkan penurunan volume materi abu-abu otak, tetapi tidak jelas apa artinya. Mungkin hal tersebut mencerminkan hilangnya sel otak atau pemangkasan tempat di mana sel otak berkomunikasi, yang disebut sinaps.

Kehilangan beberapa sinaps tidak selalu berarti buruk. Ini juga terjadi selama lonjakan hormon pada masa remaja, yang memproduksi sirkuit otak yang lebih khusus dan efisien. Peneliti menduga bahwa hal tersebut terjadi pada ibu hamil.

Beberapa hasil penelitian mengisyaratkan bahwa perubahan otak tersebut mempersiapkan seorang wanita untuk menjadi ibu. Satu satu penelitian menganalisis otak terkait perubahan otak adalah mengenai seberapa kuat naluri keibuan seorang wanita terhadap bayinya. Dan ketika wanita melihat foto bayinya, beberapa daerah otak yang paling bereaksi adalah daerah otak yang menunjukkan perubahan pada saat kehamilan.

Selain itu, daerah otak tumpang-tindih dengan sirkuit yang terlibat untuk mencari tahu apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain, suatu kemampuan berguna untuk seorang ibu merawat bayinya.

Ide sinaps yang dipangkas pada kehamilan sangat masuk akal, demikian komentar Bruce McEwen dari Universitas Rockefeller di New York, yang mempelajari efek hormon terhadap otak tetapi tidak berpartisipasi dalam penelitian yang ia sebut sebagai penelitian yang hebat.

“Otak terus dibentuk sepanjang waktu, dan hormon seks adalah bagian seluruh proses yang mengubah otak secara struktural,” kata Bruce McEwen. (AP/Vivi)

Share

Video Popular