Seorang pemuda yang bernama Wang Zhengyang, dari Sichuan, Tiongkok, menceritakan sebuah kisah tentang bagaimana ia menepati janji.

Wang Zhengyang lulus dari Sekolah Bahasa Asing di Chengdu. Setelah kelulusannya, ia mengajukan permohonan beaswiswa ke berbagai universitas ternama di Amerika.

Suatu ketika dia mendapat kabar bahwa lamarannya telah diterima. Ia mendapatkan beasiswa sebesar 44.670 dollar AS dari Swarthmore College karena prestasinya yang gemilang.

Karena memutuskan untuk menerima beasiswa dari Swarthmore College ini, ia menulis surat ke perguruan tinggi lainnya, termasuk Harvard University, untuk menghentikan proses aplikasi lamarannya.

Namun, pada bulan Maret tahun itu juga, Wang menerima surat penerimaan dari Harvard University, beserta beasiswa sejumlah 59,350 dollar AS. Akhirnya, ia memutuskan untuk tidak pergi ke Harvard karena dia sudah menyetujui tawaran Swarthmore College.

Guru Wang, Sun Jiling, tidak terkejut sama sekali dan berkata: “Dia tidak membuat janji dengan mudah, tapi begitu Ia membuatnya, dia akan menepatinya hingga akhir.”

Pada masa Tiongkok kuno, ada perkataan seperti ini: “Sekali sepatah kata terucap, bahkan empat ekor kuda tidak bisa membawanya kembali,” dan “sebuah janji bernilai seribu keping emas.”

Orang jaman dahulu menaruh perhatian besar dalam hal memegang janji. Namun sekarang di Tiongkok, sangat susah menemukan orang yang bisa dipercaya. Orang saling bersaing dalam mengejar keuntungan. Orang bahkan bisa meninggal di jalanan karena saling tidak percaya.

Masyarakat di Tiongkok sudah menjadi korban ideologi kekerasan (komunis). Hanya dengan kembali ke kebudayaan tradisional yang mementingkan kebaikan dan keluhuran budi, baru bisa menyelesaikan berbagai permasalahan di Tiongkok. (erabaru.net/Dpr)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular