JAKARTA – Saat itu Antasari Azhar masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2009. Seorang tamu yang disebut Antasari yakni Hary Tanoe mendatanginya sekitar Maret 2009. Kedatangan CEO MNC Group ini bukan kunjungan biasa dan tak pernah diungkapkan Antasari sebelumnya.

Antasari menyampaikan kejadian beberapa tahun silam itu kepada para jurnalis di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/2/2017). Menurut Antasari, kedatangan Hary Tanoe ke rumahnya meminta agar mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan tak ditahan. Untuk diketahui, Aulia Pohan adalah mertuanya Agus Yudhoyono tak lain tak bukan adalah besan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Kedatangan Hary Tanoe bukan sebagai silaturami biasa,  HT juga menyebut bahwa permintaannya itu disampaikannya agar dirinya tak ditendang oleh Cikeas. Sebagaimana dipahami, Cikeas disini adalah nama tempat rumah pribadi SBY.

Lalu apa yang dilakukan Antasari setelah menerima kedatangan HT? Antasari mengaku bahwa dirinya langsung menolak atas permintaan HT yang membawa nama SBY. Antasari menyatakan akan bersikukuh atas penetapan tersangka Aulia Pohan.

“Saya tak tahu yang tahu mereka sendiri, mengapa saya katakan itu, beberapa waktu lalu ada orang malam-malam datang ke rumah saya, orang itu siapa? mohon maaf mas (Antasari kepada beberapa wartawan) saya lihat label baju anda, saya mohon maaf, itulah Hary Tanoesoedibjo, beliau diutus oleh Cikeas, siapa Cikeas? datang ke saya supaya tak menahan Aulia Pohan,” kata Antasari.

Memang sekitar dua bulan kemudian, Antasari ditangkap polisi dan dirinya pun menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. SBY pun memberhentikan Antasari dari jabatan sebagai Ketua KPK.

Isu perselingkuhan juga menjerat Antasari dengan sosok wanita Rani Julianti. Antasari Azhar selanjutnya harus mendekam di penjara sekitar 18 tahun atas vonis pengadilan. Hingga akhirnya, Presiden Joko Widodo memberikan grasi kepada Antasari Azhar.

SBY menanggapi panjang lebar perkataan Antasari dalam akun twitter @Sbyudhoyono, Selasa (14/2/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. SBY juga mengaitkan dengan pernyataan Antasari atas Pilkada DKI Jakarta serta menyebut bahwa grasi Presiden Joko Widodo diwarnai dengan kepentingan politik.

Berikut ke-11 kicauan SBY :

  1. “Yg saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kpd Antasari punya motif politik & ada misi utk serang & diskreditkan saya (SBY),” demikian cuitan pertama SBY.
  2. “Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah & tuduhan keji terhadap saya *SBY*”
  3. “Tujuan penghancuran nama SBY oleh Antasari & para aktor di belakangnya ~ agar Agus-Sylvi kalah dlm pilkada besok, 15 Feb 2017. *SBY*”
  4. “Apa belum puas terus memfitnah & hancurkan nama baik saya sejak November 2016, agar elektabilitas Agus hancur & kalah *SBY*”
  5. “Luar biasa negara ini. Tak masuk di akal saya. Naudzubillah. Betapa kekuasaan bisa berbuat apa saja. Jangan berdusta. Kami semua tahu *SBY*”
  6. Dalam waktu dekat akan saya sampaikan bantahan & penjelasan saya. Saya ingin saudaraku rakyat Indonesia tahu kebenaran yg sejati *SBY*
  7. Tuduhan Antasari seolah saya sebagai inisiator kasusnya, jelas tidak benar. Pasti akan saya tempuh langkah hukum thd Antasari *SBY*
  8. Semua penegak hukum yg memproses kasus pembunuhan Alm Nasrudin masih ada. Insya Allah, mereka akan bicara fakta & kebenaran *SBY*
  9. Saya bertanya, apakah Agus Yudhoyono memang tak boleh maju jadi Gub Jakarta? Apakah dia kehilangan haknya yg dijamin oleh konstitusi? *SBY*
  10. Kita terus dibeginikan. Apakah yang kuat memang harus terus menginjak-injak yg lemah? Marilah kita mohon pertolongan Allah Swt. *SBY*
  11. Teman-teman seperjuangan, memang saya tak punya kuasa, tetapi akan saya hadapi. Jangan menyerah & lanjutkan perjuangan *SBY*

Antasari juga dalam pernyataannya menyebut bahwa Susilo Bambang Yudhoyono berada di balik kasus kriminalisasi menjeratanya ke penjara. “Untuk apa Anda menyuruh Hary Tanoe datang ke rumah saya malam-malam? Apakah bisa dikatakan bahwa SBY tidak intervensi perkara? Ini bukti, untuk tidak menahan Aulia Pohan, saya sudah bicara ini, besok saya mati saya siap, tak peduli, saya harus bicara ini,” kata Antasari. (asr)

 

Share

Video Popular