Meskipun Kim Jong-nam hidup dalam pengasingan dan menyatakan tidak tertarik dengan urusan politik, tetapi ia tetap tidak bisa luput dari target pembunuhan rezim Kim Jong-un. Upaya pembunuhan sudah sejak tahun 2012 meskipun berhasil lolos.

Sejak itu, Kim Jong-nam menulis surat minta pengampunan kepada Kim Jong-un serta kesediaannya untuk membebaskan diri dan keluarganya dari percobaan pembunuhan.

Kim Jong-nam mendapat serangan dari wanita agen rahasia utusan Korut dengan menyuntikan racun ke tubuh Kim ketika ia berada di bandara Kuala Lumpur, Malaysia dan meninggal dunia.

Masyarakat internasional menuding Kim Jong-un berada di balik peristiwa itu. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan juga mengatakan bahwa Kim Jong-un sudah pernah merencanakan pembunuhan saudara lain ibunya pada tahun 2012, tetapi gagal.

Anggota komite intelijen Korea Selatan Kim Byung-kee mengatakan, setelah luput dari percobaan pembunuhan di tahun 2012, Kim Jong-nam pada April menulis surat dengan garis besar isinya berupa permintaan kepada adiknya Kim Jong-un untuk membebaskan ia dan keluarganya dari ancaman pembunuhan.

“Dalam surat itu juga disebutkan bahwa kita sudah tidak ada tempat untuk pergi, dan kita sadar bahwa satu-satunya jalan yang bisa ditempuh adalah bunuh diri,” kata Kim Byung-kee.

Sebetulnya, Kim Jong-nam tidak memiliki dasar politik di Korut dan keberadaannya juga tidak mengancam kedudukan Kim Jong-un.

Seorang sumber berita pada 2015 pernah menyebutkan bahwa Kim Jong-nam juga pernah mengalami percobaan pembunuhan ketika ia berada di Macau tahun 2011. Kim Jong-nam akhirnya berhasil melarikan diri meskipun tembak menembak antar agen rahasia dengan pengawal Kim Jong-nam tidak terhindarkan.

Wartawan Jepang Yoji Gomi dalam bukunya yang berjudul “Ayah Kim Jong-il dengan Saya, Pengakuan Diri Seorang Kim Jong-nam” yang diterbitkan tahun 2012 banyak mengungkap soal hubungan antara Kim Jong-nam dengan adik lain ibu yang kebanyakan waktu dilakukan melalui surat menyurat.

Dalam buku juga disebutkan, Kim Jong-nam paling tidak sudah 2 kali mengalami percobaan pembunuhan.

Pertama terjadi saat ia mengunjungi Austria. Pemerintah Austria yang membuat rencana itu gagal terlaksana.

Kedua kalinya saat Kim Jong-nam berada di Tiongkok. Rencana itu kembali gagal karena campur tangan pemerintah Tiongkok.

Setelah paman mereka Jang Song-taek dieksekusi pada Desember 2013, sudah banyak orang memperkirakan bahwa Kim Jong-nam bakal dijadikan sasaran untuk dilenyapkan oleh Kim Jong-un. Karena itu, pemerintah Tiongkok memperkuat pengawalan terhadap diri dan keluarga Kim Jong-nam, bahkan sampai 2 kali lipat dari kekuatan sebelumnya.

Menurut informasi yang dikumpulkan oleh badan intelijen Korea Selatan, anak dan istri pertama Kim Jong-nam kini tinggal di Beijing, tetapi sepasang anak dan istri kedua tinggal di Macau. Keduanya memperoleh perlindungan keselamatan dari pemerintah Tiongkok. (erabaru.net/sinatra/rmat)

Share

Video Popular