Literatur Kuno Ungkap Piramida Giza Mesir

496
Teks-teks kuno mengungkapkan bahwa Piramida Giza atau piramida agung yang terbentang di hamparan pasir itu semula memiliki empat Piramida, namun salah satu piramida yang terbuat dari batu hitam itu hilang. (Internet)

Tiga piramida Giza yang terbentang di hamparan pasir itu mungkin merupakan tiga piramida yang paling terkenal di dunia. Namun, menurut literatur kuno, piramida Giza pada awalnya memiliki empat piramida.

Tapi tidak seperti piramida pada umumnya, piramida keempat ini terbuat dari batu granit gelap, dan bagian atasnya adalah batu besar tunggal berwarna kekuningan yang diduga digunakan sebagai alas.

Pada tahun 1700 silam, kapten Angkatan Laut Denmark merangkap penjelajah Frederic Norden mengamati dengan seksama dan menggambar segala sesuatu di sekitarnya, termasuk peninggalan Firaun, bangunan, peralatan, peta dan sebagainya.

Catatan-catatan ini kemudian diterbitkan dalam buku “Egypte et de Nubie (1755) records” setelah kematian Norden.

Dalam buku tersebut disebutkan piramida Giza memiliki piramida keempat yang berwarna hitam, sehingga membuat tiga piramida semula yang dikenal itu menjadi lebih menakjubkan.

Norden yang merupakan seorang penjelajah Denmark dan penulis buku “Travels in Egypt and Nubia” menuturkan dalam tulisannya tentang penemuan dan gambar-gambar rinci atas ekspedisinya ke Mesir.

Ekspedisi yang ia lakukan tersebut dilakukan atas permintaan Raja Christian Vi dari Denmark pada tahun 1737. Data secara detail yang ditulis Frederic dalam bukunya mmbuat takjub para peneliti. Sebab, ia menceritakan tentang sebuah piramida keempat berwarna hitam di dataran tinggi Giza.

Walau demikian, banyak ahli yang tak sependapat dengan tulisan Norden. Menurut mereka, piramida seperti itu tak pernah ada dan kemungkinan Nordon  hanyalah kebingungan dengan beberapa monumen sekunder Giza yang dikira piramida keempat.

Namun, meskipun sampai saat ini para ahli masih belum menemukan jejak dari “Piramida Hitam” tersebut, bukan berarti ia (Piramida keempat-red) tidak pernah ada.

Erabaru.net melansir dari Secretchina, pada halaman 120 buku dalam buku “Travels in Egypt and Nubia”, Norden menggambarkan tentang Piramida keempat berwarna hitam di dataran tinggi Giza.

“Piramida utama terletak di sebelah timur dataran tinggi Giza. Semuanya ada empat piramida dan layak mendapat perhatian besar. Dua piramida paling utara adalah yang terbesar dan memiliki tinggi sekitar lima ratus kaki. Dua lainnya sedikit lebih kecil. Piramida keempat dibuat agak ke tengah, dengan batu yang lebih hitam dari granit dan puncaknya adalah batu kekuningan,” demikian cerita Norden dalam catatan bukunya.

Meskipun sampai saat ini para ahli masih belum menemukan jejak dari “Piramida Hitam” tersebut, bukan berarti ia tidak pernah ada. Sebab, selain Norden kenyataannya ada beberapa penulis lain yang menunjukkan bahwa piramida ini hilang pada akhir abad ke-18. Namun, hal tersebut pun masih belum terbukti. Jadi dimana piramida besar itu sebenarnya?

Mungkin reruntuhan piramida ini terkubur di dalam tanah, menunggu suatu saat nanti piramida yang megah ini tiba-tiba ditemukan oleh orang yang beruntung, sehingga membuat dunia tahu bahwa Mesir kuno masih menyimpan banyak misteri yang belum terkuak.

Tampaknya perjalanannya masih panjang untuk menemukan sejarah Mesir yang sesungguhnya. (Secretchina/ Chen Gang/joni/rmat)