Oleh Chen Juncun

Mobil atau rumah memiliki langit-langit berkaca itu adalah hal biasa, tetapi kalau untuk makam jadi aneh, bukan?

Namun, begitulah kenyataannya yang terjadi di sebuah lokasi pemakaman di daerah West River, negara bagian Vermont, AS. Ada sebuah makam yang di langit-langitnya berlubang yang tertutup kaca.

Jadi ‘jendela’ kaca itu menghadap ke langit. Kuburan aneh tersebut kemudian menarik banyak orang untuk datang berkunjung.

Makam aneh yang berada dalam kompleks pemakaman Evergreen Cemetery itu adalah makam dari seorang dokter bernama Timothy Clark Smith yang meninggal pada 1893. Smith semasa hidup juga pernah menjadi guru dan pejabat Deplu. Ia juga hobi melakukan perjalanan.

Meskipun sebagai seorang dokter Smith cenderung memiliki taphophobia, yaitu rasa ketakutan kalau dirinya dikubur sebelum benar-benar meninggal dunia. Penyakit ini memang belum ditemukan obatnya.

Taphophobia sudah jarang terjadi sekarang, namun pada masa ilmu kedokteran belum begitu berkembang, rasa takut tersebut bukannya tidak masuk akal.

Karena kurang canggihnya alat medis, jadi orang yang berada dalam kondisi tidak sadar atau katakan mati suri, sering dianggap sudah mati kemudian dikubur. Padahal orang tersebut belum benar-benar mati. Banyak cerita legenda tentang kejadian serupa beredar di masyarakat saat itu.

Untuk menghindari kesalahan mengubur atau terjadi yang meninggal itu ‘hidup kembali’, sebagian orang akan menganjurkan keluarga untuk menggunakan peti yang aman bagi ‘keselamatan’ jenasah.

Jadi makam dan peti sudah dirancang sedemikian rupa sehingga andaikan jenasah itu hidup kembali, maka ia masih bisa ‘berkomunikasi’ dengan dunia luar, meminta bantuan orang yang masih hidup.

Pada abad 18 dan 19, banyak makam yang dirancang seperti ini. Biasanya menggunakan seutas tali yang diikatkan dengan bagian dalam dari peti jenasah. Hal itu memungkinkan ‘jenasah’ itu bisa menarik tali tersebut untuk membunyikan bel atau ‘mengibarkan’ bendera yang terletak di luar makam bila ia hidup kembali dan ingin meminta bantuan.

Rancangan lainnya termasuk dibuatkan tangga dan pintu darurat dalam makam, dan tidak jarang juga disediakan makanan dan minuman.

Rancangan makam orang Barat tempo dulu. (Wikipedia)

Ironisnya, banyak perancang makam saat membuat lubang untuk melarikan diri bagi ‘jenasah’ itu melupakan satu hal penting, yaitu meninggalkan ventilasi untuk sirkulasi udara. Jadi kalau saja ada ‘jenasah’ yang hidup kembali, maka ia hanya bisa menunggu mati.

Dalam makam Smith juga dirancang dengan perlengkapan seperti itu. Orang luar bahkan bisa menengok ke dalam liang makam melalui jendela kaca tersebut. Apakah ia ‘hidup kembali’ atau tidak. Selain itu juga ada tali yang diikatkan di dekat tangannya, untuk mempermudah ia meminta bantuan luar bila perginya itu hanya mati suri.

Arena terjadi kondensasi, jadi kaca yang ada di langit-langit makam itu sekarang sudah dipenuhi uap air yang menempel selain juga sudah tidak sebening awalnya. Tetapi pada saat itu, orang luar bisa langsung melihat wajah Smith melalui kaca tersebut. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular