Cerita Operasi Intelijen Korea Utara dengan Topeng Restoran di Jakarta

208
Tentara Korea Utara (Ed Jones/AFP/Getty Images)

JAKARTA – Dinas Intelijen Korea Utara telah lama beroperasi pada tiga negara di Malaysia, Singapura dan Indonesia sejak dua dekade lalu. Laporan media Malaysia menyebut, operasi intelijen negara komunis itu di tiga negara ini merupakan jaringan terbesar di luar Korea Utara.

Malaysia dan Singapura menjadi pilihan utama operasi Reconnaissance General Bureau (RGB). Lembaga RGB adalah badan intelijen Korea Utara yang beroperasi secara rahasia.

Untuk menghindari operasi mereka di Malaysia dan Singapura diketahui, ada dikalangan agen akan menyamar sebagai insinyur dan konsultan teknis dalam industri konstruksi dan  mengelola restoran Korea.

“Mereka menggunakan restoran sebagai platform untuk menjalankan pengumpulan informasi intelijen dan pemantauan dengan menargetkan politisi, diplomat, pemimpin perusahaan dan pengusaha dari Korea Selatan dan Jepang yang berkunjung atau menetap di negara ini,” tulis sejumlah media Malaysia seperti pru14.tv dan The Star, Jumat (17/2/2017) bersumber dari keterangan intelijen.

RGB adalah di bawah yurisdiksi Departemen Keamanan Negara Korea Utara atau Departemen Keamanan Negara dan melapor langsung kepada pemimpin tertinggi, Kim Jong-un.

Di Indonesia, sumber itu mengatakan, RGB juga diketahui beroperasi di pabrik tekstil di beberapa kota besar di Indonesia termasuk Jakarta.”Salah satunya yang terletak di atas sebuah restoran Korea Utara di tengah Jakarta merupakan bagian dari kantor RGB di Indonesia,” kata sumber itu.

Untuk membiayai jaringan, sumber itu mengatakan RGB turut terlibat dalam kegiatan penyelundupan narkoba.

Kasus terbongkar setelah kegagalan kelompok ini menyelundupkan sekitar 125 gram heroin ke Australia melalui Pong Su, sebuah kapal komersial pada 2003.

Sumber itu mengatakan penyelidikan polisi Australia mengungkapkan RGB menggunakan Pelabuhan Klang sebagai daerah transit dan tempat mengemas ulang dan menyembunyikan narkoba. Barang haram itu dikaitkan dengan operasi RGB.

Sumber mengatakan, RGB juga menggunakan Malaysia pada awal tahun 2000 sebagai salah satu tujuan untuk mengubah sandi bahan kimia terlarang yang dapat digunakan untuk memproduksi gas saraf ke Pyongyang melalui Tiongkok. (Pru14.tv/asr)