Pemasangan Gambar Mao di Tiananmen Adalah Perilaku Tipikal Aliran Sesat? (1)

251
Foto raksasa Mao Zedong yang terpampang di dinding gerbang Tiananmen kerap menjadi sasaran penodaan. Salah satunya yang cukup menghebohkan terjadi pada 23 September 1989 tiga bulan setelah tragedi pembantaian gerakan aksi damai mahasiswa. Foto insert gambar Mao yang sedang direstaurasi. (internet)

Oleh: Chuan Ren

Pada 25 Januari 2017, Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung Partai Komunis Tiongkok (PKT) bersama-sama mengeluarkan penafsiran yang sesuai dalam berbagai masalah hukum berkenaan dengan pengurusan organisasi dan penggunaan organisasi dengan aliran sesat yang merusak penegakan hukum dan lain-lain pada penanganan kasus pidana. Interpretasi hukum tersebut mulai diberlakukan pada 1 Februari 2017 lalu.

Interpretasi hukum ini secara khusus menyebutkan tentang tindakan pembuatan dan penyebaran bahan propaganda aliran sesat maka akan dikenakan hukuman berat.

Hal yang dimaksud dengan “Organisasi Aliran Sesat” menurut “Hukum Pidana” pasal 300, adalah organisasi ilegal yang berkedok agama, qigong (ilmu senam pernafasan) atau nama lain yang melakukan pengkultusan pemimpin kelompok, dengan meramu dan menyebarkan ajaran sesat ketakhayulan dan cara lain untuk menyesatkan dan menipu orang lain, mengembangkan serta mengendalikan anggotanya, dan membahayakan masyarakat.

Membandingkan definisi organisasi aliran sesat yang dibuat sendiri oleh PKT, ternyata PKT-lah yang memenuhi semua ciri khas aliran sesat tersebut.

Pertama, PKT adalah organisasi revolusioner ateis penuh kekerasan yang didirikan untuk tujuan “pembebasan” seluruh umat manusia dan pemimpin utamanya dinobatkan sebagai “pemimpin revolusi” serta para anggotanya melakukan pemujaan terhadap “pemimpin revolusi.” Mereka secara habis-habisan, pemimpin bahkan disamakan dengan “matahari merah” atau “juru selamat.”

Kedua, mereka menggunakan tipu muslihat ateisme untuk mengibuli dan menipu rakyatnya dan langkah selanjutnya merusak konsep moral tradisional masyarakat Tiongkok.

Ketiga, kerusakan yang diakibatkan oleh PKT terhadap masyarakat Tiongkok adalah sedemikian serius. Organisasi ekstremis itu begitu melecehkan dan menginjak-injak semua hukum negara yang dibuatnya sendiri, bahkan dengan niat jahat merusak pelaksanaan hukum Tiongkok.

Fakta membuktikan bahwa para pejabat yang korup dan asusila rata-rata berasal dari anggota organisasi itu. Kerusuhan sosial dan pergolakan politik di Tiongkok rata-rata juga disebabkan oleh organisasi tersebut yang secara bebas dapat membunuh atau merampas organ tubuh setiap warga RRT tanpa harus dihukum juga berasal dari peran pengendalian organisasi tersebut.

Oleh karena itu PKT telah memenuhi semua unsur pokok organisasi aliran sesat terbesar dalam masyarakat Tiongkok, mungkin juga dalam sejarah.

Tapi justru organisasi aliran sesat inilah yang setiap hari melakukan propaganda aliran sesat secara besar-besaran.

Mulai dari koran-koran harian besar kecil sampai dengan berbagai konferensi besar kecil, mulai dari masing-masing saluran televisi sampai dengan situs utama dan media di Tiongkok. Mulai dari pendidikan dasar di TK sampai pada riset akademik di perguruan tinggi, pengaruh revolusi kekerasan PKT terasa di mana-mana, propaganda aliran sesat ini di mana-mana penuh dengan gen “kepalsuan, kejahatan dan pertarungan”.

Terlebih lagi, dengan menggantungkan gambar pemimpin organisasi aliran sesat PKT, Mao Zedong di atas Tiananmen yang merupakan Pintu Negara simbol bangsa Tionghoa. Hal ini merupakan tindakan deklarasi perang terhadap tradisi, adalah propaganda tipikal aliran sesat.

Sesungguhnya dengan menggantungkan gambar Mao di atas Tiananmen adalah mengekspos PKT bukan saja sama dengan agama bahkan merupakan agama aliran sesat yang mengkultuskan kekerasan yang berlumuran darah. (pur/whs/rmat)

BERSAMBUNG