Rumah Basis Revolusi Sun Yat-sen di Hongkong Terancam Dibongkar

211
Pagar tembok Gedung Merah yang sudah dirusak. (Central News Agency)

Rumah yang dijadikan basis revolusi Sun Yat-sen di Hongkong, Gedung Merah (Hung Lau) baru-baru ini mulai dihancurkan pihak berwenang. Hal itu menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan akan dibongkarnya seluruh gedung bersejarah tersebut.

Kelompok yang pro sayap kanan Taiwan mengatakan, tembok yang memagari Gedung Merah dihancurkan, termasuk rumput-rumput yang tumbuh liar di samping luar gedung juga habis dibabat oleh pekerja pada  Kamis (16/2/2017).

Direktur Institut Penelitian Sun Yat-sen Hongkong, Li Chongwei kepada CNA mengatakan, pihaknya saat ini sedang berpartisipasi dalam usaha untuk melindungi gedung bersejarah tersebut agar bisa tetap dipertahankan, tidak mengalami pembongkaran.

Li Chongwei mengatakan bahwa Gedung Merah (Hung Lau) ini menjadi basis perjuanganan demokrasi Sun Yat-sen yang berada di Hongkong. Meskipun gedungnya sudah lawas, tetapi mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi.

Dari foto yang disajikan netizen terlihat, gedung yang terletak di dalam Zhongshan Park atau Taman Sun Yat-sen, Tun Mun, Hongkong. Gedung memiliki bentuk bangunan yang bergaya arsitektur Timur dan Barat.

Tampak depan Gedung Merah (Hung Lau) sebelum pagar temboknya dihancurkan. (Wikipedia)

Li Jitang (1873 – 1943) putra konglomerat Hongkong Li Sheng, juga bernama Li Xuan (1830 – 1900) pada 1901 membeli hak operasi perkebunan Qingshan (lokasi Zhongshan Park berada dalam perkebunan luas ini).

Li Jitang berkenalan dengan Sun Yat-sen ketika sama -sama berada di atas kapal laut yang berlayar ke Jepang pada 1895. Ia kemudian ikut bergabung dalam organisasi Hsing Chung Hui (organisasi perjuangan demokrasi bagi Tiongkok modern yang didirikan Sun Yat-sen di Honolulu pada 24 November 1984).

Sun Yat-sen (duduk) dan Li Jitang berdiri (5 dari kiri). (internet)

Kemudian, Li Jitang mengijinkan Hsing Chung Hui untuk menggunakan perkebunan yang sangat luas itu sebagai tempat menyembunyikan senjata, latihan militer dan diskusi-diskusi masalah politik.

Kabar angin menyebutkan bahwa hak pengelolaan Gedung Merah itu sudah dialihkan ke orang lain. Pemilik baru ini sebelumnya memberitahu penyewa agar dalam waktu singkat bisa mengosongkan tempat tersebut. (Central News Agency/Sinatra/rmat)