Fenomena Astronomi yang Langka, Ledakan Bintang Menjadi Gas dan Debu

407
Calabash Nebula atau Nebula Labu yang juga dikenal sebagai “Nebula Telur Busuk”. (ESA/Hubble&NASA)

Teleskop ruang angkasa Hubble milik NASA berhasil menangkap pemandangan yang langka berupa gas dan debu yang dilontarkan dari ledakan bintang ketika mengamati Calabash Nebula atau Nebula Labu.

Dalam keadaan normal, astronom hanya dapat mengamati suasana statis setelah ledakan bintang, namun, ketika memantau Nebula Labu dengan teleskop Hubble sejauh 4.200 tahun cahaya dari bumi ini, mereka justru melihat semburan gas dan debu ke segenap ruang angkasa ketika bintang meledak. Gas dan debu menyembur dengan kecepatan 1 juta km / jam.

Para ilmuwan memperkirakan, nebula itu akan menjadi nebula planet yang dewasa ribuan tahun kemudian.

Para ilmuwan mengatakan, nebula labu mengandung sejumlah besar sulfur, jika kita bisa mencium baunya, akan terasa seperti telur busuk, karena itu dikenal juga sebagai “Nebula telur busuk.” (Rotten Egg Nebula).


Nebula yang indah. (NASA / JPL-Caltech) dan Red Spider Nebula atau Nebula Laba-laba merah. (ESA/Garrelt Mellema)

Para ilmuwan mengamati sejumlah besar nebula yang indah dengan beragam bentuk, tapi itu adalah puing-puing dari ledakan bintang. Misalnya seperti Giant Red Spider Nebula atau Nebula laba-laba merah raksasa sejauh 3.000 tahun cahaya yang terekam pada Oktober 2016 lalu. Dan Nebula ini memiliki struktur dua bagian.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa ada ada bintang panas di dalam nebula planet, yang menyemburkan sejumlah besar materi ke ruang angkasa. Di bawah pantauan teleskop, area penyebaran materi-materi ini mencapai 100 miliar kilometer luasnya. (Epochtimes/ Lin Cong Wen/joni/rmat)